Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Bantul lakukan droping air dua dusun

Selasa, 18 Agustus 2015 13:04 WIB
Image Print
Ilustrasi, Droping air (Foto: Antara)

Bantul, (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan droping air bersih di dua dusun wilayah setempat selama musim kemarau 2015 yang berlangsung sejak Juni.

"Sampai hari ini (Selasa) baru dua lokasi (dusun) yang mengajukan permintaan droping air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang lain belum," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Anton Viktori saat dikonfirmasi di Bantul, Selasa.

Menurut dia, dua lokasi yang mengajukan droping air tersebut adalah Dusun Geger, Desa Seloharjo yang sudah dilakukan dua pekan lalu sebanyak lima tangki, sementara yang mengajukan baru-baru ini masyarakat pedukuhan Mangunan Desa Mangunan.

"Untuk droping air di wilayah Mangunan baru akan kami layani hari ini (Selasa,18/8), namun kami belum tahu berapa tangki yang akan didistribusikan, kemungkinan nanti sore baru bisa dicatat," kata Anton.

Ia mengatakan, dalam melakukan droping air bersih ke daerah yang dilanda kekeringan akibat kemarau ini memang berdasarkan permintaan masyarakat setempat yang diketahui kepala dusun dan lurah desa setempat.

Dengan demikian, jika masyarakat di wilayah lain tidak mengajukan permohonan droping air, maka pihaknya tidak dapat melayani, karena menurutnya permohonan tersebut sebagai dasar kegiatan lembaganya dalam membantu pemenuhan air bersih.

"Kami juga kurang tahu kenapa minim pengajuan, namun sesuai mekanisme permintaan droping air diajukan kelompok masyarakat melalui selembar surat yang diketahui dukuh dan pak lurah kemudian disampaikan ke BPBD," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto sebelumnya memperkirakan 48 dusun di Bantul rawan kekeringan karena kemarau, puluhan dusun tersebut terdapat di beberapa kecamatan wilayah perbukitan seperti di Dlingo, Imogiri, Pajangan.

"Untuk wilayah-wilayah rawan kekeringan di Bantul, saya kira lokasinya masih sama dengan tahun lalu (kemarau 2014), dan yang berpotensi dilanda kekeringan sekitar 48 dusun," kata Dwi.***4***

(KR-HRI)




Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026