Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah Kelurahan Trimurti, Kecamatan Srandakan karena warganya mengalami kesulitan air bersih dampak kemarau.
"Droping air bersih ke wilayah Kelurahan Trimurti sampai dengan Selasa (29/7) sudah sebanyak 32 tangki atau sekitar 160.000 liter," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.
Menurut dia, droping atau distribusi bantuan air bersih ke wilayah Kelurahan Trimurti Srandakan dilakukan sejak 2 Juli, menyusul musim kemarau yang diperparah dengan jebolnya groundsill atau dam di aliran Sungai Progo wilayah Kecamatan Srandakan beberapa waktu sebelumnya.
"Wilayah yang terdampak ada di lima padukuhan, yaitu Pedukuhan Srandakan, Bendo, Nengahan, Gerso, dan Lopati. Untuk warga yang terdampak sebanyak 546 KK (keluarga) yang terdiri sekitar 1.880 jiwa," katanya.
Baca juga: Masyarakat Bantul diminta hemat manfaatkan bantuan air bersih
Menurut dia, penyebab utama masyarakat di wilayah Trimurti mengalami kesulitan air bersih ini karena dampak jebolnya groundsill atau bangunan melintang di sungai wilayah Srandakan, yang mana hal itu membuat aliran air Sungai Progo dari utara langsung mengalir deras ke selatan.
"Diduga karena kerusakan groundsill di Srandakan, karena sudah sekitar lima sampai enam tahun lalu kalau kemarau aman aman saja tidak kekeringan, tapi sejak adanya groundsill jebol diduga menimbulkan kekeringan yang sampai saat ini ada lima pedukuhan," katanya.
Menurut dia, pada awalnya wilayah di Kelurahan Trimurti yang mengalami kesulitan air karena dampak jebolnya groundsill yang diperparah dengan musim kemarau itu ada di tiga pedukuhan, namun meluas dan berkembang menjadi di lima pedukuhan.
"Dan sepertinya kemungkinan akan meluas lagi, karena lima enam tahun lalu mereka aman juga tidak apa apa, jadi pas ada barengan dengan groundsill yang jebol ini tiga pedukuhan dulunya, baru menyusul dua pedukuhan," katanya.
Baca juga: BPBD Bantul telah distribusikan 22 tangki air bersih ke wilayah kekeringan
Lebih lanjut dia mengatakan, selain di wilayah Trimurti Srandakan, wilayah lain di Bantul yang sudah mendapat droping air bersih dari pemerintah adalah sebuah pondok pesantren (ponpes) di wilayah Pedukuhan Bungsing, Kelurahan Guwosari, Pajangan pada 25 Juli 2025.
"Droping air bersumber dari Pemerintah Daerah Bantul sebanyak 10.000 liter dengan armada truk dari PMI Bantul. Di ponpes tersebut terdapat sebanyak 297 santri dan pengasuh," katanya.
Antoni mengatakan, terkait kesiapan instansinya dalam menghadapi kekeringan dampak kemarau, masih menunggu koordinasi lebih lanjut bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) termasuk instansi terkait di DIY.
"Kalau sampai saat ini belum ada koordinasi di tingkat Kabupaten Bantul maupun DIY, sambil tetap melihat update cuaca dari BMKG. Termasuk melihat perkembangan meluasnya dampak kekeringan," katanya.
Baca juga: BPBD Bantul siapkan 560 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan
Baca juga: BPBD Bantul distribusi air bersih ke warga terdampak kekeringan di Srandakan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Bantul distribusikan air bersih 160.000 liter ke wilayah Trimurti
