
LKY minta Disdikpora bantu pembentukan konsumen kritis

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Lembaga Konsumen Yogyakarta meminta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta membantu pembentukan konsumen kritis melalui pendidikan di sekolah.
"Karena tingkat kesadaran konsumen di Yogyakarta masih rendah, kami berharap pembentukan konsumen kritis mulai dari sekolah," kata Ketua Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY) Saktya Rini Hastuti di Yogyakarta, Jumat.
Ia menilai tingkat kesadaran konsumen di DIY hingga saat ini masih rendah kendati tingkat konsumsi masyarakat setempat relatif cukup tinggi.
Indikator tingkat kesadaran konsumen yang rendah, menurut dia, dapat dilihat dari jumlah pengaduan yang rendah meski kasus penipuan kosumen relatif cukup banyak.
"Masih banyak kasus penipuan konsumen, termasuk penggunaan bahan berbahaya pada jajanan. Namun, pengaduan mulai awal 2015 hingga saat ini masih cukup rendah jika dibandingkan dengan jumlah pengaduan pada tahun 2014," kata dia.
Hal itu, menurut Sktya Rini, antara lain disebabkan kesadaran konsumen dalam memilihan produk masih rendah disertai dengan keengganan menindaklanjuti kasus yang dialami.
"Kengganan itu bisa karena belum tahu cara mengadukan, dan takut akan memperpanjang masalah," kata dia.
Oleh sebab itu, menurut dia, seiring dengan terus meningkatnya pusat perbelanjaan di DIY, tingkat kesadaran konsumen Yogyakarta perlu dibangun sejak dini mulai di sekolah.
Ia mengatakan bahwa peran sekolah dalam mengedukasi siswa menjadi konsumen yang kritis tidak harus disampaikan melalui materi formal. Namun, cukup disebarkan oleh guru di sela-sela pelajaran formal.
Menurut dia, dengan berkembangnya wawasan masyarakat, khususnya siswa, mengenai cara menjadi konsumen yang kritis, produk-produk yang cenderung menipu dan menggunakan bahan berbahaya akan makin berkurang dengan sendirinya.
"Ketika sebagian besar konsumennya memiliki sikap kritis, produk-produk yang merugikan konsumen berkurang dengan sendirinya," kata dia.
Saktya Rini mengatakan bahwa mulai periode Januari--Agustus 2015, aduan masyarakat yang paling mendominasi ialah berkaitan dengan kredit pembiayaan kendaraan, diikuti jasa keuangan, khususnya asuransi.***4***
(L007)
Pewarta : Oleh Luqman Hakim
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
