Logo Header Antaranews Jogja

Belasan rumah nelayan Kulon Progo terancam abrasi

Kamis, 22 Oktober 2015 18:30 WIB
Image Print
Ilustrasi rumah nelayan (antarafoto.com)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Tinggi gelombang laut di pesisir selatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebabkan masyarakat setempat resah dan belasan rumah nelayan yang berada di Trans Lokal Ring I, Pantai Bugel, terancam terkena abrasi.

Nelayan Pantai Bugel Muhammad Nasuha di Kulon Progo, Kamis, mengakui, masyarakat nelayan kini mulai merasa resah dari ancaman gelombang besar yang telah menyebabkan abrasi 100 meter dari bibir pantai.

"Masyarakat nelayan selalu dihantui rasa takut yang mendalam. Mereka bahkan tidak bisa tidur nyenyak pada malam hari karena takut akan bahaya gelombang besar menyeret mereka masuk ke dalam laut," katanya.

Menurutnya, ancaman abrasi pantai tersebut telah membuat kerugian masyarakat yang cukup besar, tidak hanya terhadap para nelayan, tetapi juga tanaman pohon cemara dan pandan sepanjang 500 meter rusak akibat hantaman gelombang laut.

Abrasi pantai yang terjadi di daerah ini juga membuat lumpuhnya ekonomi masyarakat yang mayoritas hidup sebagai nelayan.

Ia menambahkan ketakutan masyarakat cukup beralasan, pasalnya tidak saja takut akan bahaya gelombang laut dan abrasi pantai, namun masyarakat tidak bisa menjalankan aktivitasnya turun melaut menangkap ikan.

"Kami tidak melaut selama enam bulan karena kesulitan memarkir kapal saat mendarat," katanya.

Salah seorang warga setempat, Warto, mengatakan masyarakat berharap kepada pemerintah melanjutkan pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarto untuk mengurangi abrasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo Untung Waluyo telah turun ke lapangan meninjau daerah permukiman masyarakat nelayan di Kawasan Pantai Bugel yang terkena abrasi.

Untung mengingatkan warga setempat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan akan bahaya gelombang laut dan abrasi pantai yang mungkin saja terjadi, terutama cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

Bila terjadi gelombang laut diharapkan masyarakat mencari tempat yang aman agar tidak terjebak bahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

"Kami minta masyarakat lebih waspada dan hati-hati karena banyak warga yang tinggal dan beraktivitas di pesisir pantai. Tidak hanya Pantai Bugel dan Pantai Trisik, seluruh masyarakat yang tinggal di pesisir pantai selatan Kulon Progo, kami minta meningkatkan kewaspadaan," kata Untung.***1***

(KR-STR)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026