Logo Header Antaranews Jogja

DIY optimalkan pendidikan berbasis budaya

Rabu, 28 Oktober 2015 22:02 WIB
Image Print
Disdikpora Prop.D.I.Yogyakarta (Foto Antara/Luqman Hakim)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengoptimalkan penerapan pendidikan berbasis budaya mulai jenjang sekolah dasar hingga pendidikan tinggi untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak.

Kepala Bidang Perencanaan dan Standarisasi Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Suraya di Yogyakarta, Rabu, mengatakan pendidikan berbasis budaya merupakan salah satu amanah UU Keistimewaan (UUK) yang mengajarkan mengenai sopan santun, unggah-ungguh, serta kearifan lokal lainnya di Yogyakarta.

"Pendidikan berbasis budaya di dalamnya telah mencakup pendidikan karakter yang cukup mampu menangkal tindakan asusila seperti kekerasan seksual terhadap anak," kata dia.

Kendati pendidikan berbasis budaya telah dilaksanakan sejak awal 2011 melalui Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya, menurut dia, belum semua jenjang sekolah di DIY yang menerapkan konsep pendidikan berbasis budaya.

Oleh karena itu, lanjut dia, ke depan implementasi pelaksanaannya akan diperkuat kembali dengan menyelenggarakan pertemuan dengan kepala sekolah serta guru di berbagai jenjang pendidikan.

Pendidikan berbasis budaya, menurut dia, dapat diintegrasikan dengan berbagai macam mata pelajaran. Dengan demikian, masing-masing guru dapat mengajarkan pendidikan berbasis budaya tersebut menyesuaikan dengan latar belakang pelajaran yang diampu.

"Semua guru boleh mengambangkan pendidikan karakter itu dengan menyisipkan dalam pelajaran yang diajarkan," kata dia.

Kendati demikian, kata Suraya, pendidikan karakter itu tidak cukup ditanamkan di sekolah. Keluarga serta masyarakat merupakan entitas lain yang saling terkait dalam membangun karakter anak.

"Membutuhkan harmonisasi tiga elemen pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) untuk mencetak anak yang berkarakter," katanya.***4***

(L007)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026