Penliti: masyarakat Gunung Sewu perlu pendampingan wisata

id gunung sewu

Penliti: masyarakat Gunung Sewu perlu pendampingan wisata

kawasan karst pegunungan sewu Gunung Kidul (cavefauna.wordpress.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Peneliti pada Pusat Studi Pariwisata Universitas Gadjah Mada Baiquni mengatakan pemerintah perlu memberikan pendampingan wisata khusus kepada masyarakat di sekeliling Geopark Gunung Sewu yang membentang di Kabupaten Gunung Kidul, Pacitan, dan Wonogiri.

"Tugas pemerintah memberikan muatan sadar wisata, sapta pesona, hingga pendampingan teknis kepada masyarakat agar efektif membantu pengembangan potensi wisata di kawasan itu," katanya di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, pemerintah bersama masyarakat Gunung Sewu perlu terus menguatkan label "Global Geopark" atau taman bumi tingkat dunia yang disematkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sejak September 2015.

"Kadang-kadang kalau formalitas sudah tercapai kita sudah lega, padahal justru itu baru titik awal untuk kita isi dan tingkatkan kualitasnya," kata dia.

Penguatan label geopark itu, menurut dia, dapat dimulai dengan meningkatan pemahaman masyarakat dalam menangkap peluang wisata di kawasan itu. Masyarakat dapat memanfaatkan peluang dengan menjadi pemandu wisata, penyedia kuliner khas, serta jasa wisata lainnya.

"Dengan demikian masyarakat juga dapat memperoleh sumber penghasilan alternatif selain dari bertani," kata Baiquni.

Selain itu, menurut dia, masyarakat di sekeliling Geopark seperti di Gunung Kidul juga bisa dilibatkan untuk menjadi investor dalam pengembangan kawasan wisata tersebut. Dengan demikian pengembangan wisata tidak akan dikuasai oleh pihak asing.

Tanpa upaya yang serius dari pemerintah dengan menggandeng masyarakat, menurut dia, label yang diberikan oleh UNESCO tersebut bisa terancam dicabut. UNESCO, menurut dia, akan terus melakukan penilaian terhadap setiap label kawasan yang diberikan.

"Jika dicabut (status sebagai global geopark), berarti seluruh promosi wisata yang terbangun selama ini akan runtuh," kata dia.

Menurut dia, pemerintah dapat mencontoh pengembangan wisata di Tiongkok yang telah memiliki seratus lebih geopark. Pengembangan geopark di negara Tirai Bambau tersebut, menurut dia, dapat menjadi contoh keberhasilan kerja sama antara pemerintah, investor, dan masyarakat lokal.

Gunungsewu Global Geopark Indonesia memiliki sedikitnya 33 geoarea, yang masing-masing tersebar di dalam 33 situs geologi. Rinciannya, 13 situs geologi berada di Kabupaten Gunungkidul (DIY), tujuh situs geologi di Kabupaten Wonogiri (Jateng), dan 13 situs geologi di Pacitan (Jatim).

L007

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.