Bappeda : sembilan kecamatan di Gunung Kidul miskin

id miskin

Bappeda : sembilan kecamatan di Gunung Kidul miskin

Ilustrasi miskin (Istimewa)

Gunung Kidul (Antara) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Gunung Kidul merupakan daerah miskin.

Kepala Bidang Perencanaan pada Bappeda DIY Maman Suherman di Gunung Kidul, Selasa mengungkapkan kecamatan tersebut diperoleh dari data Badan Pusat statistik (BPS), yakni Wonosari, Karangmojo, Playen, Semin, Ngawen, Patuk, Saptosari, Ponjong dan Nglipar.

"Sembilan kecamatan yang masuk miskin itu akan didampingi," kata Maman dalam Musrenbang RKPD 2017 Bangsal Sewoko Projo Gunung Kidul, Selasa.

Ia mengatakan sembilan kecamatan nantinya akan diminta untuk memberikan paparan ke Pemda DIY, sehingga nantinya setiap SKPD bisa melaksanakan program yang bisa digunakan untuk penanggulan kemiskinan.

Meski diakuinya paparan sudah pernah dilakukan tahun lalu, namun program tidak bisa dijalankan. Tahun depan, Pemda DIY akan lebih serius dalam melakukan pendampingan.

"Hal ini merupakan arahan Gubernur langsung. Kami akan dampingi penuh," katanya.

Maman mengungkapkan untuk wilayah DIY ada 15 kecamatan yang termasuk kategori miskin, dan Gunung Kidul paling banyak kecamatannya. Dengan pendampingan ini mampu menurunkan jumlah angka kemiskinan di wilayah DIY.

"Nanti misal Disperindag DIY bisa memberikan pelatihan industri, begitu juga dinas lainnya, seperti Dinas Pertanian untuk programnya bisa disalurkan ke masing-masing kecamatan yang masuk list kecamatan miskin itu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Perencanaan Bappeda Gunung Kidul Saptoyo mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemda DIY terkait program yang akan diberikan kepada kecamatan tersebut.

"Kami akan berkoordinasi dengan Pemda DIY termasuk strategi apa yang akan dilakukan," katanya.

Dengan koordinasi ini diharapkan bisa memberikan program yang lebih jelas diberikan untuk kecamatan tersebut. Meski demikian dia mengakui beberapa kecamatan seperti Wonosari, Playen, Karangmojo, Semin dan Ponjong menjadi pusat perekonomian.

"Dikoordinasikan bersama akan dilihat potensi wilayah dan keadaan ekonomi, termasuk keluarga miskin dan juga rumah tidak layak huni," katanya.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.