Polres Kulon Progo tangkap penjual psikotropika

id psikotropika

Ilustrasi obat-obatan jenis psikotropika (Foto kspanpetang.wordpress.com) (kspanpetang.wordpress.com)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menangkap penjual mi ayam keliling FR (33) warga Kecamatan Tempel, Sleman, yang menjual obat-obatan terlarang berjenis psikotropika.

Wakapolres Kulon Progo Kompol Dedi Surya Darma di Kulon Progo, Selasa, mengatakan FR ditangkap pada 8 Mei 2017 saat berjualan mi ayam keliling.

"Awal mula petugas mendapatkan informasi bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) ada aktivitas kedapatan memiliki, menyimpan, membawa dan atau menyalurkan psikotropika sehingga dilakukan penyelidikan oleh anggota Satresnarkoba Polres Kulon Progo, dan ternyata benar selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap satu pelaku," kata Dedi.

Ia mengatakan pada saat penangkapan, petugas mengamankan ratusan butir pil koplo, uang tunai sebesar Rp1,5 juta serta sebuah telepon genggam yang disimpan di dalam tas pinggang pelaku.

Pil koplo yang diamankan dari tangan FR yakni 80 butir pil Zypraz Alprazolam satu miligram, 60 butir pil Calmlet Alprazolam satu miligram serta 14 butir pil Alprazolam 1 miligram.

Setelah meringkus pelaku di lokasi jualan, petugas kemudian juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka dan menemukan ratusan butir pil koplo lainnya.

Adapun pil koplo yang berhasil diamankan petugas di rumah FR terdiri dari 20 butir pil Riklona Clonazepam 2 miligram, 68 butir pil Opizolam Alprazolam satu miligram, 100 butir pil alprazolam satu miligram serta 100 butir pil Zypraz Alprazolam satu mliligram yang disimpan di sebuah tas berwarna orange di kamar pelaku.

Untuk 1 butir pil Alprazolam oleh pelaku dijual seharga Rp18 ribu, sedangkan untuk satu butir pil Clonazepam dijual oleh pelaku seharga Rp29 ribu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menjual pil tersebut selama 3 bulan sebanyak 2.000 pil dengan keuntungan sekitar Rp2 juta," katanya.

Selain itu, lanjut Dedi, kepada penyidik, FR mendapatkan pil koplo tersebut dari seorang temannya berinisial AG yang kini masih menjadi buronan polisi.

"Akibat perbuatannya tersebut, FR terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun karema melanggar Pasal 60/62 Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Kesehatan dan Penyalahgunaan Psikotropika," katanya.

Sementara itu, tersangka FR mengaku mengedarkan psikotropika lantaran himpitan ekonomi dan sebagai penghasilan tambahan.

"Uangnya saya gunakan untuk membeli rokok," katanya.

(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar