Pemkab pastikan Jalan Daendels tidak terputus

id Jalan

Pemkab pastikan Jalan Daendels tidak terputus

ilustrasi (antaranews.com)

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan ruas jalan Daendels atau Jalur Jalan Lintas Selatan tidak akan terputus oleh proyek bandara di Temon karena akan dibangun jalan bawah tanah sepanjang satu kilometer di bawah kawasan bandara.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulon Progo Nurcahyo Hudi Wibowo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan saat ini, rencana pembuatan jalan bawah tanah atau underpass itu masih dalam tahap pemantapan antara Pemkab Kulon Progo bersama Pemerintah DIY dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (Satker P2JN).

"Kami masih mematangkan desain teknis serta mensinkronkan kebutuhannya dengan pembangunan bandara oleh PT Angkasa Pura I," kata Nurcahyo.

Ia mengatakan ruas jalan Daendels yang terpotong oleh kawasan bandara mencapai panjang ratusan meter yang meliputi wilayah Desa Palihan dan Glagah. Menurutnya, alternatif penempatan underpass Jalan Daendels yang paling memungkinkan saat ini adalah di utara stasiun kereta api bandara atau di area airport city yang jadi pendukung keberadaan bandara tersebut. Untuk ini, jalur akses menuju terowongan akan sedikit menyerong dari jalur eksisting saat ini.

Dimensi underpaas pada desain awal direncanakan mencapai lebar 21 meter termasuk bahu jalan, panjang satu kilometer dan tinggi ruang sektiar 5,5 meter. Namun, ketinggian underpass masih kurang layak dalam menjaga aliran udara dan tingkat kepengapan terowongan mengingat panjangnya sampai satu kilometer.

DPUPKP mengusulkan ketinggian ruang ditambah untuk alasan antisipasi faktor keselamatan dan keamanan.

"Saat ini masih proses desain dan perlu dimatangkan. Termasuk soal drainase untuk antisipasi banjir dan akses dari Jalan Daendels ke area bandara. Ini memang harus cepat juga karena AP I rencananya April nanti sudah mulai kontrak pekerjaan fisik bandara," kata Nurcahyo.

Lebih lanjut, Nurcahyo mengatakan Pemerintah DIY akan bertanggung jawab membebaskan lahan di sekitar dua titik mulut terowongan (inlet dan outlet) pada tahun ini. Adapun pekerjaan fisik nantinya dilakukan oleh Kementerian PUPera setelah dilakukan pematangan desain menyesuaikan dengan desain pembangunan bandara.

"Sedangkan pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan anggaran sekitar Rp305 miliar untuk pembangunan underpass tersebut," katanya.

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kulon Progo Sukoco mengatakan Jalan Daendels ruas wilayah bandara akan sedikit dibelokkan ke arah utara dari jalur yang sudah ada saat ini.

"Jalan tersebut nantinya tersambung kembali melalui underpass. Di atas underpass itu bukan terminal penumpang atau area bandara yang banyak orangnya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar