Stok dagangan Pasar Beringharjo melimpah hadapi Lebaran

id pasar beringharjo

Sejumlah calon pembeli memilih barang dagangan di pasar Beringharjo. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta khususnya pedagang pakaian dan suvenir sudah menyiapkan stok cadangan untuk menghadapi libur lebaran guna mengantisipasi lonjakan jumlah wisawatan yang datang.

"Penyiapan stok barang ini ditujukan supaya barang yang dijual lebih `fresh`. Stok yang disiapkan sekitar 40 persen," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Ujun Junaedi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, kenaikan jumlah pengunjung saat libur lebaran akan terjadi pada hari ketiga lebaran yang kebetulan jatuh pada Minggu (17/6) dan akan berlangsung selama satu pekan hingga Minggu (24/6).

"Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, keramaian di Pasar Beringharjo baru terjadi pada hari ketiga lebaran dan berlangsung selama satu pekan kemudian. Rejeki pedagang memang cukup meningkat selama libur lebaran," kata Ujun yang menjadi pedagang grosir pakaian di Pasar Beringharjo.

Ia menyebutkan, kenaikan omzet pedagang selama libur lebaran bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa terlebih saat ini Pasar Beringharjo sudah buka hingga malam hari.

"Memang baru Pasar Beringharjo sisi barat yang buka hingga malam dan belum semua pedagang buka malam, namun pengaruh terhadap omzet sudah cukup baik," katanya.

Keramaian menjelang lebaran, kata Ujun, sudah terjadi sejak dua bulan lalu khususnya di pedagang grosir karena diserbu pembeli dari berbagai daerah seperti Temanggung, Purworejo dan Magelang.

Pembeli dari luar daerah tersebut, lanjut dia, biasanya adalah pedagang yang membutuhkan barang untuk dijual kembali ke konsumen di daerah asalnya.

"Untuk kami pedagang grosir, cukup menghabiskan stok barang yang tersisa saja. Sedangkan untuk pedagang eceran juga tetap ramai diserbu konsumen yang biasanya membutuhkan barang untuk dipakai sendiri," katanya.

Meskipun tidak ada tren pakaian tertentu yang sedang naik daun, namun Ujun mengatakan, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat pembeli untuk berbelanja pakaian.

"Biasanya mereka membeli gamis dan kaftan. Sekarang pun ada gamis motif batik dari bahan `stretch`. Tidak semua pedagang memiliki pakaian ini," katanya.

Ia memastikan jika pedagang di Pasar Beringharjo tidak menaikkan harga saat lebaran dan konsumen tetap dapat melakukan tawar menaawar harga dengan penjual.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar