Via Vallen bernyanyi lipsync di Asian Games atas permintaan panitia

id Asian Games 2018

Via Vallen bernyanyi lipsync di Asian Games atas permintaan panitia

Maskot Asian Games 2018 (Foto Jogja.antaranews.com)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Tidak hanya mendapat pujian setelah dia menjadi salah seorang penampil di pembukaan Asian Games 2018 pekan lalu, Via Vallen juga menerima kritik dari warganet lantaran dirinya lipsync di acara besar seperti itu.

Via melalui akun Instagram pun menjelaskan bahwa dirinya memang tampil lipsync di pembukaan Asian Games 2018, atas permintaan panitia demi menghindari kesalahan teknis saat hari H.

Saat acara Shopee, Via Vallen akhirnya menceritakan bagaimana suasana saat latihan jelang acara hingga keputusan menyanyi lipsync. Via mengaku memang sudah diminta untuk lipsync sejak hari pertama latihan, meski pun dia sudah meminta agar bisa bernyanyi secara langsung, live.

Panitia, kata Via, tidak mengizinkannya mencoba latihan menyanyi live dengan alasan suara akan bergema di stadion sebesar itu sehingga penampilan akan tidak maksimal.

“Kalau tidak lipsync, pas pembukaan itu ada suara petasan, nanti akan masuk mic. Kalau ada sedikit kesalahan yang malu bukan hanya kamu, tapi, juga membawa nama negara,” kata Via menirukan kata penyelenggara saat dia latihan.

Via memahami risiko kesalahan teknis tersebut sehingga dia memutuskan mau bernyanyi lipsync, meski dia tidak merasa percaya diri harus bernyanyi seperti itu.

“Saya juga nggak pede (percaya diri), lipsync. Bukan karena merasa suara saya bagus, tapi, saya memang suka nyanyi live ketimbang lipsync,” kata Via.

Via juga menjelaskan dirinya bukan sekedar membuka mulut mengikuti lagu saat Asian Games 2018, melainkan benar-benar bernyanyi, namun suaranya memang tidak diperdengarkan melalui mikrofon.

Menanggapi pemberitaan yang menyebutkan orang yang mem-bully-nya di dunia maya itu merupakan “haters” bayaran, Via tidak ambil pusing. Peristiwa itu justru membuatnya kuat untuk menghadapi persoalan lainnya.

Pewarta: Natisha Andarningtyas

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar