Yogyakarta (ANTARA) - Seluruh aktivitas pelayanan publik darurat harus siaga selama libur Lebaran 2025. Pemerintah daerah diharapkan melakukan konsolidasi dan koordinasi kelembagaan agar pelayanan publik tetap bisa diakses masyarakat.
Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan hal tersebut saat berbincang bersama Kepala BPBD DIY, Noviar Kahar, di DPRD DIY.
"Gubernur DIY pastikan pelayanan publik jalan terus. Pemda perlu konsolidasi instansi terkait, termasuk pastikan kondisi lalu lintas masih banyak pembiaran. Saya lihat di sejumlah titik tempat larangan parkir tetap dipakai. Ini harus tegas tertib lalu lintas, selama libur lebaran ini," kata Eko Suwanto, Kamis, 27/3/2025.
Aspek keselamatan dengan memastikan seluruh pihak tertib menjadi sangat penting, terutama dalam tata kelola lalu lintas. Ketika ada yang tidak tertib, bisa memicu peristiwa maupun tindakan kriminal. Oleh karena itu, dukungan penuh melalui konsolidasi diperlukan demi menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi warga serta pemudik.
"Mudik keluar Jogja. Mahasiswa dan pelajar yang pulang dari 29 asrama, ke berbagai daerah di Indonesia. Penting fasilitasi bantuan untuk disapa pastikan mereka selamat sampai di rumah," lanjut Eko Suwanto.
Kepala BPBD DIY Noviar Rahmad menyebutkan bahwa momentum liburan Lebaran diperkirakan akan mendatangkan 6 juta orang ke DIY. Jumlah ini lebih kecil dibandingkan saat Natal dan Tahun Baru 2024 sebanyak 9 juta orang, maupun perayaan Imlek yang mencapai 12 juta orang.
"Maka kondisi terkini walaupun sudah H-5 belum ada kemacetan, prediksi puncak arus mudik 28 Maret 2025. Nah, untuk titik kemacetan diprediksi terjadi setelah tol Jogja–Solo fungsional buka sampai Tamanmartani, ada kemacetan menuju Yogyakarta," kata Noviar.
Secara umum, berdasarkan pantauan di objek wisata, situasi masih landai dan belum terjadi peningkatan signifikan, termasuk di destinasi seperti Waduk Sermo dan Kaliurang.
Bagi wisatawan dan pemudik, diingatkan bahwa status darurat bencana hidrometeorologi masih berlaku.
"Masih Siaga darurat bencana hidrometeorologi. Hadapi Lebaran, Pemda DIY sudah apel kesiapsiagaan pada 26 Maret kemarin bersama Satpol PP, Satlinmas Rescue, juga BPBD. Semua unsur disiagakan mulai 27 sampai 7 April," ujar Noviar.
Sesuai data, terdapat 1.300 personel Satpol PP yang tersebar di posko induk dan masing-masing kabupaten/kota, termasuk posko siaga darurat. Sebanyak 22 pos pengamanan, termasuk pos kesehatan, juga telah disiagakan di jalur mudik maupun objek wisata.
"Prinsipnya pemda siap amankan pemudik dan wisatawan. DIY aman dikunjungi dan siap melayani pemudik. Puncak arus lalin pada 28 Maret, besok," tutup Noviar.