KAI luncurkan KA Joglosemarkerto

id kai

KAI luncurkan KA Joglosemarkerto

Ilustrasi (Foto Antara)

Jakarta (Antaranews Jogja) - PT Kereta Api Indonesia meluncurkan kereta api relasi Yogyakarta - Solo - Semarang - Purwokerto dengan tarif yang kompetitif yang dinamakan KA Joglosemarkerto.     
    
Direktur KAI Edi Sukmoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, mengatakan KA Joglosemarkarto merupakan perpanjangan dari salah satu rute KA Kamandaka yang semula relasi Semarang Tawang - Purwokerto diteruskan menuju Yogyakarta - Solo - Semarang Tawang.     
    
"Selain KA Kamandaka, perubahan perpanjangan relasi juga dilakukan pada KA Joglokerto yang semula beroperasi dari Purwosari menuju Purwokerto PP, akan diteruskan relasinya hingga Semarang - Solo - Yogyakarta," katanya.     
    
Edi menuturkan pola operasi baru juga KAI lakukan dengan mengubah relasi KA Jakatingkir dengan keberangkatan semula dari Stasiun Purwosari diubah menjadi berangkat dari Stasiun Lempuyangan dengan tujuan masih sama yakni Stasiun Pasar Senen.     
    
Perubahan jam keberangkatan KA Jaka Tingkir dari Stasiun Pasarsenen semula berangkat pukul 11.30 menjadi pukul 07.15 .     Sementara itu, perubahan jam keberangkatan KA Jaka Tingkir relasi Lempuyangan-Pasarsenen, yang semula berangkat dari Stasiun Purwosari pukul 18.00 menjadi berangkat dari Stasiun Lempuyangan pukul 19.00.    
    
Peluncuran perdana perjalanan KA Joglosemarkerto yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Desember 2018.     
    
Tiap perjalanan KA Joglosemarkerto menggunakan dua kereta eksekutif dengan kapasitas 100 tempat duduk dan tujuh kereta ekonomi dengan kapasitas 560 tempat duduk.     
    
KAI juga memberikan potongan harga 10 persen bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dengan KA Joglosemarkerto pada periode keberangkatan 1-13 Desember 2018.    
    
"Dengan dibukanya relasi baru, KA Joglosemarkarto memberikan pilihan konektivitas relasi tujuan bepergian masyarakat Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tegal dan sekitarnya sehingga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan wisata di daerah-daerah tersebut,¿ katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar