Ilmuwan China mengkloning anjing polisi "Sherlock Holmes"

id kloning,anjing

FOTO : A researcher interacts with Kunxun, a dog cloned from a police dog, in Beijing, China February 22, 2019. Picture taken February 22, 2019. China Daily via REUTERS (Reuters.com)

Shanghai (ANTARA) - Sejumlah ilmuwan di Provinsi Yunnan, China barat daya, mengkloning apa yang mereka sebut "anjing polisi Sherlock Holmes" dalam sebuah program yang mereka harapkan dapat membantu mengurangi  waktu dan biaya pelatihan untuk anjing polisi, demikian laporan media pemerintah, Rabu.

Menurut tabloid milik pemerintah Global Times, anjing bernama Kunxun itu dikloning dari anjing pelacak polisi oleh Perusahan Bioteknologi Sinogene yang berpusat di Beijing dan Universitas Pertanian Yunnan dengan dukungan Kementerian Keamanan Publik.

Sinogene berharap dapat mencapai "volume produksi" kloning anjing polisi agar dapat memangkas waktu pelatihan secara signifikan, kata Deputy General Manager perusahaan itu, Zhao Jianping kepada Global Times, tapi dia juga menambahkan bahwa biaya kloning masih menjadi hambatan utama.

Kunxun, yang sekarang berumur tiga bulan, akan menjalani pelatihan ekstensif dalam pendekteksian obat-obatan, pengendalian kerumunan, serta pencarian bukti, dan akan menjadi anjing polisi secara utuh ketika berusia 10 bulan, kata China Daily.

Pelatihan biasanya memakan waktu sekitar lima tahun dan memakan biaya 500.000 yuan, tanpa jaminan kesuksesan, kata surat kabar itu, mengutip seorang pakar hewan di Universitas Pertanian Yunnan. Surat kabar itu tidak menyebutkan  berapa harga anjing yang dikloning.

Sementara itu, sejumlah ilmuwan Korea Selatan menciptakan anjing kloning pertama di dunia pada 2005, dan dua tahun kemudian negara itu mulai mempekerjakan anjing Labrador hasil kloning untuk mengendus obat-obatan untuk layanan bea cukai, kata China Daily.
(Farizal Luqman Majid/Nusarina)

 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar