Pemkab Sleman tata Taman Denggung

id Taman Denggung,PKL,Sleman

FASILITAS RUANG TUMBUH KEMBANG ANAK Warga memanfaatkan fasilitas Ruang Bermain Anak Denggung di Denggung, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (3/12/2018). Ruang bermain anak yang telah mendapat predikat sebagai Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) itu merupakan fasilitas ruang tumbuh kembang anak di ruang publik guna mewujudkan Sleman layak anak. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww. (Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Sleman, DIY (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo, yang menangani area publik, mulai melakukan penataan kawasan publik dan Taman Denggung yang juga merupakan Kawasan Bermain Ramah Anak di Jalan Magelang, Tridadi, Sleman.

"Saat ini kami sedang membangun kios di sebelah Pasar Beran yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Taman Denggung. Kios ini nantinya untuk relokasi pedagang kaki lima (PKL) makanan dan minuman," kata Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Stadion Maguwoharjo Sumadi di Sleman, Minggu.

Menurut dia, pembangunan lahan untuk PKL yang berada di Taman Denggung ini sudah direncanakan sejak 2018, namun anggarannya baru ada pada 2019.

"Selain itu, lokasi untuk los para PKL awalnya masih berada di kawasan Taman Denggung. Namun, karena Bupati meminta kawasan Taman Denggung bebas dari PKL akhirnya ada solusi di sebelah Pasar Beran," katanya.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan untuk PKL itu nantinya akan berupa los-los. Tahap awal pemindahan PKL Taman Denggung itu untuk yang berjualan makanan.

"Relokasi PKL bertahap, pertama untuk yang makanan dulu, nantinya yang PKL mainan anak-anak akan dilanjutkan setelah penataan PKL makanan," katanya.

Sumadi mengatakan, di lokasi yang baru, pihaknya mendata dari belasan los yang ada, hanya beberapa pedagang yang aktif berjualan.

"Nanti mekanisme untuk yang lama seperti apa masih kami bahas," katanya.

Salah seorang PKL di Taman Denggung Yanti (45) mengaku belum mengetahui secara pasti terkait kapan rencana relokasi itu.

"Belum ada informasi yang pasti terkait rencana relokasi," katanya.

Menurut dia, sosialisasi untuk lokasi pemindahan dan bagaimana melanisme untuk mendapatkan los PKL juga belum diumumkan.

"Ya banyak pedagang yang bingung juga karena belum ada sosialisasi dan informasi lengkap. Kalau nanti los yang ditempati sempit dan antara penjual dan pembeli ada lokasi khusus jadi bingung untuk mengantar makanan," katanya.

Ia mengaku tidak keberatan untuk ditata dan pindah selama ada kepastian mendapatkan los dan bisa berjualan.

"Kalau tujuannya baik yantidak untuk penataan, kami tidak masalah," katanya.
Baca juga: Warga mengeluhkan TPS Pringwulung karena cemari lingkungan
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar