Warga mengeluhkan TPS Pringwulung karena cemari lingkungan

id TPS Pringwulung,Sleman,sampah

Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Pringwulung, Depok, Sleman yang sudah over load dan mencemari Sungai Gajahwong. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Sleman (ANTARA) - Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Pringwulung, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dikeluhkan warga Padukuhan Pringgodani, Depok, karena pengolahan tidak maksimal sehingga "over load" dan mencemari udara serta aliran Sungai Gajahwong.

"Kegiatan di TPS Pringwulung sudah sejak puluhan tahun. Namun dari dulu pengeolahannya tidak maksimal," kata salah sorang warga Pringgodani yang rumahnya di seberang Sungai Gajahwong Jumakir (50), Jumat.

Menurut dia, sampah yang tidak terolah maksimal tersebut semakin lama semakin menggunung dan saat ini sebagian telah masuk ke aliran Sungai Gajahwong.

"Kondisi tersebut sudah berlangsung lama, 20 tahun ada. Pada musim hujan dan terkena panas baunya sangat menyengat, kalau di Pringgodani ada petugas yang mengambil sampah dan tidak di buang di sana," katanya.

Ia mengatakan, meskipun sampah sudah menggunung, namun aktivitas TPS itu masih saja beroperasi. Padahal setiap hujan, tumpukan sampah longsor dan masuk ke sungai.

"Di tepi atau tebing sungai tidak dibangun tanggul atau pagar pembatas sama sekali. Sumur warga juga tercemar, jadi agak keruh," katanya.

Kepala Desa Condongcatur Reno Candra Sangaji mengatakan jika pihaknya telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dan telah melakukan rapat koordinasi untuk membenahi TPS tersebut.

"Dalam rapat koordinasi disepakati jika Juni 2019 lokasi TPS akan ditutup, jadi ada waktu untuk berbenah sebelum ditutup," katanya.

Ia mengatakan, sebelum proses penutupan, akan dilakukan gotong royong untuk mengevakuasi sampah-sampah yang ada.

"Kami juga akan mendapat bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman untuk mengangkut sampah," katanya.

Menurut dia, setelah dilakukan proses evakuasi, selanjutnya lahan seluas 1.000 meter persegi yang merupakan tanah kas desa (TKD) yang statusnya kini menjadi tanah bengkok untuk Dukuh Pringwulung ini tetap akan menjadi tempat pengolahan sampah.

"Hanya saja akan lebih tertata. Setelah dievakuasi, dikeruk dan ditimbun dengan pasir dan dimanfaatkan sebagai depo sementara dan pengolahan sampah residu, sehingga tidak ada lagi daerah yang kumuh," katanya.

Ia mengatakan, setelah penutupan sampah warga Padukuhan Pringwulung akan dikelola oleh Kelompok Pengelola Sampah Pringwulung. Untuk selanjutnya dipilah dan diolah oleh kelompok dan selanjutnya dibuang ke TPST Piyungan.

"Tidak ada pemindahan lokasi TPS. Nanti akan disediakan depo sementara dan pengolahan sampah residu dari DLH. Kalau ada sampah ditampung di TPS Pringwulung dari situ dibawa ke TPST Piyungan, dan warga yang menjadi pelanggan membayar iuran," katanya.
Baca juga: DLH Yogyakarta mengupayakan modernisasi armada pengangkut sampah
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar