PKL di kawasan Denggung segera tempati lokasi baru

id PKL Denggung,Disperindag Sleman,Lapangan Denggung

PKL di kawasan Denggung segera tempati lokasi baru

Lokasi Food Court PKL makanan di sisi utara area parkir Lapangan Denggung, Sleman. Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dipastikan akan merelokasi pedagang kaki lima (PKL) makanan di kawasan Lapangan Denggung ke area "Food Court" di sisi utara area parkir.

"Minggu depan semua PKL makanan akan mulai pindah di area 'Food Court'. Nantinya akan ada dua shift, siang dan malam," kata Kepala Disperindag Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Jumat.

Menurut dia, daya tampung tempat yang disediakan di "Food Court" hanya sejumlah 32 los. Padahal jumlah PKL ada sekitar 68 orang.

"Agar semua PKL dapat terakomodasi, kami memberikan solusi berupa pergantian shift. Kami sudah mengundang para PKL beberapa waktu yang lalu untuk koordinasi, dan mereka tidak keberatan," katanya.

Ia mengatakan, ada dua shift yang diterapkan, pagi dan malam. Sebelumnya ditawarkan tiga shift. Hanya saja tawaran itu ditolak oleh para PKL.

"Alasannya durasi berjualan terlalu singkat dan khawatir ada kecemburuan. Misalnya, pada jam siang tidak ada pembeli dan ramai hanya pagi serta malam," katanya.

Namun meski, sudah ditentukan dengan sistem dua shift, ternyata ada permasalahan. Yaitu terkait tempat berjualan. Karena dengan bergantian jam, artinya tiap PKL harus membongkar pasang dagangannya dan membawa pergi setelah selesai shift.

"Masalah tersebut bisa disiasati, misalnya nanti bisa pakai satu grobak untuk berdua. Hanya saja tidak bisa menyimpan, itu nanti sharing antarpedagang saja," katanya.

Tri Endah mengatakan, dibuat dua shift tersebut juga untuk mengakomodir semua PKL. Baik yang berasal dari luar Sleman maupun yang warga Sleman.

'Sebab, sebagian PKL ada yang berasal dari Klaten atau Wonosari dan beberapa daerah lain," katanya.

Ia mengatakan, pemindahan PKL makanan dilakukan sekitar 18 September. Sedangkan untuk PKL mainan sementara belum ada rencana pemindahan.

"Hanya saja untuk PKL mainan diminta untuk tidak meninggalkan barangnya di Denggung agar tidak terkesan kumuh. Yang mainan sementara bertempat di dekat gedung serbaguna," katanya.

Salah seorang PKL Nina (35) warga Tridadi mengaku tidak keberatan dengan sistem pembagian shift. Apalagi untuk menempati "food court" tersebut tidak dikenakan biaya sewa per bulan.

"Hanya membayar uang kebersihan dan keamanan," katanya.

Namun, dia mengaku masih bingung terkait mekanisme bongkar pasang dagangan.

"Saya dapat shift malam, belum tau nanti mekanisme gantiannya dengan yang lain bagaimana," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar