Pemkab Sleman menata total kawasan Taman Denggung yang terkesan kumuh

id Taman Denggung,Sleman ,Pemkab selman

Petugas Satpol PP Kabupaten Sleman melakukan penertiban terhadap lapak PKL di Taman Denggung. (Foto istimewa)

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan penataan total kawasan Taman Denggung untuk menghilangkan kesan kumuh dari etalase dan ikon Sleman tersebut.

"Beberapa waktu lalu kami telah melakukan penertiban PKL Denggung, ini juga bagian awal dari upaya penataan kawasan Denggung agar tidak terkesan kumuh," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Sumadi di Sleman, Jumat.

Menurut dia, Pemkab Sleman akan lebih serius untuk menata kawasan Denggung. Baik untuk PKL makanan maupun PKL mainan.

"Saat ini pemerintah sudah menyiapkan lokasi untuk PKL makanan. Tinggal nantinya mencari solusi jangka panjang untuk penataan PKL mainan anak-anak," katanya.

Ia mengatakan, penataan kawasan Denggung bukan hanya dalam rangka mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), karena Taman Denggung sudah mendapat sertifikat sebagai Ruang Bermain Ramah Anak, melainkan bagaimana Taman Denggung ini bisa menjadi lebih baik.

'"Terutama untuk kepentingan masyarakat. Kami sudah mencoba menata, ada persoalan-persoalan menyangkut PKL. Untuk PKL mainan solusinya kami minta untuk bisa bongkar pasang," katanya.

Sumadi mengatakan, dengan sistem bongkar pasang itu, diharapkan tidak ada lagi PKL yang mendirikan tenda. Wahana permainan juga sewaktu-waktu tidak ditinggal, sehingga terkesan kumuh.

"Jadi boleh pasang permainan di sana tetapi kalau sudah selesai harus pindah. Jangan ditinggal di tempat," katanya.

Ia juga menyoroti jaringan listrik yang digunakan oleh para PKL Denggung, karena masih ada yang memasang jaringan listrik secara sembarangan. Bahkan sempat mengakibatkan kebakaran.

"Saya tidak mau seperti itu. Kalau mereka tidak bersedia membuat pernyataan nanti kami malah melarang sama sekali," katanya.

Ia mengatakan, aturan yang sudah ada harus dilaksanakan agar semua bisa berjalan beriringan.

"Kalau mereka mau kerja di situ ya mereka harus menjaga dan lain sebagainya. Nanti kami akan terus melakukan operasi," katanya.

Kebijakan bongkar pasang ini sedikit dikeluhkan PKL permainan di Taman Denggung, karena wahana permainan di Denggung didominasi barang dengan dimensi besar.

"Sistem bongkar pasang ini masih bingung. Karena saya ada wahana kereta, balon, odong-odong," kata salah satu PKL Taman Denggung Fendi (35).

Menurut dia, cukup sulit untuk melakukan bongkar pasang setiap hari.

"Selain butuh tenaga banyak, juga memakan waktu yang lama. Sehingga ini mengurangi jam operasional," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar