Wisatawan Bromo harus lakukan "booking online" mulai 1 Desember

id Booking online Bromo, Tiket Daring Bromo, BB TNBTS, Bromo Tengger Semeru

Wisatawan Bromo harus lakukan "booking online" mulai 1 Desember

Pemandangan di kawasan wisata Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan menerapkan sistem booking online bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo, Jawa Timur, menggunakan jasa travel, operator wisata, dan event organizer mulai 1 Desember.

"Terhitung mulai 1 Desember 2019, untuk rombongan yang menggunakan EO, jasa travel, wajib untuk menggunakan sistem booking online," kata Kepala Balai Besar TNBTS John Kennedie di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa.

Sedangkan untuk wisatawan perorangan masih diberikan toleransi dapat membeli tiket masuk secara manual pada waktu tertentu yaitu pada pukul 07.30-16.00 WIB.

Sementara mulai pukul 16.01 WIB hingga 07.29 WIB keesokan harinya, pengunjung perorangan harus tetap membeli tiket secara daring. Untuk pembelian tiket secara daring tersebut, bisa diakses pada laman www.bookingbromo.bromotenggersemeru.org.

"Ini akan kami lakukan secara bertahap, dan diharapkan pada 2020 akan diberlakukan secara penuh seperti di Semeru," ujar John.

Langkah untuk menerapkan pembelian tiket secara daring tersebut, juga untuk menghindari adanya kebocoran dan memperkuat pendataan para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Bromo tersebut.

"Ini dilakukan untuk menghindari kebocoran dan kesan negatif. Serta untuk memudahkan wisatawan, seperti di Semeru, itu lancar dan tidak terkendala," kata John.

Berbeda dengan Pendakian Gunung Semeru yang dibatasi hanya 600 orang per hari, untuk kawasan Bromo tidak ada pembatasan. Namun, pihak Balai Besar TNBTS tetap melakukan kajian untuk daya dukung supaya kawasan konservasi tersebut tetap lestari.

"Hampir satu juta pengunjung yang datang ke Bromo per tahun.Taman nasional ini merupakan kawasan konservasi. Bukan untuk sebanyak-banyaknya pengunjung, akan tetapi daya dukung kemampuan kawasan, supaya tetap lestari," ujar John.

Langkah untuk menerapkan pembelian tiket secara daring tersebut telah disepakati oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, juga para pelaku usaha wisata di kawasan Bromo Tengger Semeru seperti paguyuban jeep, penyedia jasa hotel dan restoran, serta masyarakat setempat.

Kawasan Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Tercatat, jumlah wisatawan yang berkunjung pada 2018 mencapai 853.016 orang, dan terbagi wisatawan dalam negeri sebanyak 828.247 orang, dan sisanya wisatawan mancanegara.

Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar