Dinkes sebut kondisi 27 pasien positif antraks di Gunung Kidul membaik

id Antraks,Gunung Kidul

Dinkes sebut kondisi 27 pasien positif antraks di Gunung Kidul membaik

Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, DIY, mengubur bangkai sapi antisipasi kasus antraks. ANTARA/Sutarmi

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut bahwa kondisi 27 pasien postif antraks yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari sudah membaik.

Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawati di Gunung Kidul, Senin mengatakan ke-27 pasien postif antraks merupakan warga Gombang, Kecamatan Ponjong yang menjadi endimik antraks.

Mereka sedang menjalani serangkaian pengobatan, termasuk pengobatan antibiotik selama 20 hari.

"Saat ini, kondisi mereka sudah membaik karena sudah minum antibiotik selama 20 hari," kata Dewi.


Ia mengatakan 27 orang yang positif antraks, tidak dilakukan isolasi. Hal itu karena penularan antraks tidak melalui manusia melainkan dari hewan yang terpapar antraks.

Meski tidak mengisolasi 27 orang tersebut, Dewi mengaku pihaknya tetap melakukan pemantauan di Dusun Ngrejek, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong selama 2x60 hari. Hal itu untuk mendeteksi keberadaan warga yang terpapar antraks.

"Kita lebih ke lokasinya, di lokasi terdampak itu lingkungannya sudah teratasi belum. Kenapa kok 120 hari? karena inkubasi kuman antraks itu masuk dan timbul gejala mulai dari 1 sampai 60 hari," katanya.


Terkait ada satu lagi warga yang positif antraks di Kecamatan Semin, Dewi mengaku hingga saat ini belum ada penambahan terkait warga yang positif antraks. Namun, ia mengakui hari ini Dinkes mendapat laporan adanya seorang warga yang diduga mengalami gejala antraks.

Berdasarkan informasi, warga di Kecamatan Semin mengalami keluhan luka karena yang bersangkutan penjadi pemotong hewan ternak.

"Sampai hari ini belum ada tambahan lagi warga yang positif antraks, masih yang 27 itu yang positif. Ya mudah-mudahan cukup segitu," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar