Warga Sleman diharapkan memasang PJU permukiman secara mandiri

id PJU pemukiman,Dishub Sleman,Kabupaten Sleman,Penerangan jalan umum,Pemukiman

Warga Sleman diharapkan memasang PJU permukiman secara mandiri

Petugas sedang memasang lampu di pemukiman warga

Sleman (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan warga memasang penerangan jalan umum (PJU) secara mandiri karena keterbatasan alokasi anggaran dari pemerintah daerah.

"Alokasi anggaran Pemkab Sleman tidak memadai untuk menjangkau seluruh wilayah pemukiman. Oleh karena itu, warga diharapkan untuk melakukan pengembangan sendiri," kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Sleman Jenu Santosa di Sleman, Jumat.

Ia menjelaskan jika warga ingin mengembangkan sendiri, kabel dan tiangnya harus sesuai standar keamanan.

"Jangan asal, minimal juga jangan memakai tiang dari bambu," katanya.

Pada 2020, pihaknya akan memasang sejumlah PJU di pemukiman, namun karena keterbatasan anggaran, dalam penentuan lokasi pemasangan PJU pemukiman didasarkan prioritas tagihan pajak PJU ilegal.

"Tiap desa rata-rata mendapat anggaran Rp800 juta untuk pemasangan 15-20 titik lampu yang nantinya akan dilelangkan terlebih dahulu," katanya.

Koordinator Pengelolaan PJU Wilayah Timur Dishub Kabupaten Sleman Puji Suwandani mengatakan pemasangan PJU di lingkungan pemukiman dipandang lebih rumit dibandingkan dengan PJU di ruas jalan.

"Titik pemasangan ditentukan warga baru kemudian didesain oleh perencana dan dituangkan dalam bentuk gambar baru. Setelah itu, ada tahapan sosialisasi kepada warga sebelum akhirnya direalisasi," katanya.

Ia mengatakan pengadaan tahun ini merupakan hasil perencanaan tahun kemarin. Setelah terpasang, perawatan dilakukan oleh warga sendiri namun pembayaran rekening tetap dibebankan ke pemerintah daerah.

"Perawatannya nanti swadaya masyarakat. Tapi untuk pembayarannya tagihan PLN tetap dari kami. Dan sudah ada batasan dayanya juga. Selain itu, dipasang 'timer' sehingga tidak membengkak rekeningnya," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar