Pemkab Bantul memprioritaskan pembangunan infrastruktur di perdesaan

id Wabup Bantul

Pemkab Bantul memprioritaskan pembangunan infrastruktur di perdesaan

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menghadiri tasyakuran dan doa bersama atas selesainya pembangunan Jembatan Dzikrul Ghofilin di Desa Guwosari Pajangan Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur di wilayah perdesaan guna mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kebutuhan infrastruktur utamanya di kawasan perdesaan ini diharapkan masyarakat, ke depan infrastruktur perdesaan harus menjadi prioritas pembangunan kita," kata Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, DIY, Minggu.

Wabup Bantul mengatakan hal itu usai menghadiri acara doa bersama oleh ratusan warga Dusun Gandekan dan Kentolan, Desa Guwosari Pajangan di atas Jembatan Dzikrul Ghofilin sebagai bentuk rasa syukur atas selesai pembangunan infrastruktur jembatan di atas Sungai Bedog itu.

"Masyarakat Kentolan dan Gandekan ini saking gembiranya mereka mengadakan tasyakuran atas rampungnya pembangunan Jembatan Dzikrul Ghofilin, ini adalah wujud antusiasme masyarakat akan hadirnya sebuah jembatan penting yang menghubungkan dua desa ini," katanya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur perdesaan menjadi prioritas pemda karena pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantul digerakkan dari desa melalui optimalisasi potensi dan sektor unggulan desa yang didukung dengan prasarana aksesibilitas yang memadai.

"Contohnya, di wilayah Kecamatan Dlingo, Pleret, dan Pajangan adalah kawasan pertumbuhan ekonomi dengan beragam sektor unggulan yang dimiliki masing-masing," kata Halim.

Oleh karena itu, kata Wabup, pembangunan infrastruktur mulai infrastruktur pertanian, saluran irigasi tersier sampai pada sarana transportasi, jalan dan jembatan itu masih menjadi primadona masyarakat kita, menjadi aspirasi yang paling menonjol, katanya.

Dia mengatakan pada 2020 ini infrastruktur jembatan yang dibangun dari dana alokasi khusus (DAK) ada enam jembatan, dibangun kembali karena jembatan lama rusak akibat banjir dampak Badai Cempaka lalu, di antaranya Jembatan Dzikrul Gofhilin dengan anggaran sebesar Rp6 miliar.

"Ada enam jembatan, dan Alhamdulillah semua sudah terbangun dan kebutuhan akan jembatan penghubung masih ada beberapa di Bantul yang ke depan harus kita bangun dan sempurnakan, karena itu aspirasi masyarakat yang paling kuat," katanya.
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar