Tindakan yang perlu dilakukan orang tua saat mengetahui anak dirundung

id perundungan anak,kesehatan mental anak,psikologi anak

Tindakan yang perlu dilakukan orang tua saat mengetahui anak dirundung

Arsip Foto - Seorang siswa membuat cap tangan dalam acara deklarasi anti-perundungan dan kekerasan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SLB Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (16/7/2025). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta (ANTARA) - Psikolog pendidikan Saskia Rosita Indasari M.Psi., Psikolog menyampaikan bahwa orang tua sebaiknya berusaha untuk menenangkan diri dan menghadirkan rasa aman kepada anak saat mengetahui anak dirundung.

"Orang tua perlu tetap tenang dan jangan terpancing emosinya, karena anak akan mencontoh respons orang tua menyikapi hal ini. Tenangkan diri dan berikan rasa aman pada anak, misalnya dengan memberi pelukan atau merangkulnya," kata psikolog dari Universitas Indonesia itu kepada ANTARA pada Jumat.

Ketika mengetahui anak menjadi korban perundungan, ia mengatakan, orang tua sebaiknya juga memeriksa kondisi fisik anak untuk mengetahui kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh anak.

Selanjutnya, dia menyarankan orang tua untuk membiarkan anak menceritakan apa yang dialami dan siapa yang melakukannya serta menanyakan apakah anak sudah melaporkan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa lain di sekitarnya.

Menurut dia, orang tua sebaiknya secara terbuka menanyakan pula kepada anak apa yang mereka harapkan dari orang tua dalam situasi tersebut.

"Jika anak butuh dukungan atau bantuan dari orang tua, orang tua dapat mendampingi anak menyelesaikan masalah tersebut tanpa orang tua berkelahi dengan sesama orang tua ataupun dengan murid," katanya.

Kalau anak yang mengalami perundungan sudah berusia sekolah atau remaja, ia mengatakan, orang tua perlu berdiskusi dengan mereka mengenai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah.

Saskia mengemukakan perlunya orang tua mengajak anak untuk memikirkan solusi dan mendukung anak agar berani menyelesaikan masalah hingga tuntas.

Apabila anak yang dirundung masih berusia di bawah lima tahun atau baru masuk sekolah dasar, Saskia mengatakan, maka orang tua perlu mengajari anak merespons masalah di sekitarnya.

Menurut dia, upaya itu bisa dilakukan dengan membacakan cerita tentang pertemanan atau cara mengelola emosi.

Saskia menyampaikan, orang tua perlu membangun komunikasi yang hangat dengan anak agar anak bisa secara terbuka menceritakan pengalaman mereka selama berada di sekolah.

Ketika mendapati perubahan perilaku anak, orang tua juga bisa menanyakan kondisi anak dan masalah yang sedang mereka hadapi.

"Selain bertanya, orang tua bisa lebih dulu membuka percakapan dengan menceritakan pengalaman pribadinya saat menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dan apa yang dilakukan saat itu sehingga dengan keterbukaan orang tua, biasanya anak akan ikut terbuka dan bercerita," kata Saskia.

​​​​​​​Upaya-upaya tersebut bisa membantu anak dalam menanggapi perundungan di sekitarnya serta menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.