Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 47 orang

id Kasus COVID-19,Kasus positif COVID-19 di Bantul,Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 47

Kasus positif COVID-19 di Bantul bertambah 47 orang

Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul di Bambanglipuro, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Kasus terkonfirmasi positif terpapar COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam sehari terakhir bertambah 47 orang, sehingga total kasus hingga Jumat (14/5) menjadi 12.987 orang.

Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19Kabupaten Bantul dalam keterangan resmi di Bantul, Jumat, menyebut tambahan kasus baru itu rinciannya dari Kecamatan Sewon 11 orang, disusul Banguntapan 10 orang, kemudian dari Pleret lima orang, dan Sedayu lima orang.

Selanjutnya dari Kecamatan Pandak empat orang, Bantul empat orang, Jetis tiga orang, sisanya dari Kecamatan Pundong dua orang, serta dari Kretek, Bambanglipuro, dan Pajangan masing-masing satu orang.

Meski demikian dalam periode yang sama terdapat pasien yang sembuh dari COVID-19 berjumlah 37 orang, dari Kecamatan Pandak 17 orang, Sewon tujuh orang, dan Sanden empat orang.

Sisanya dari Pundong dua orang, Imogiri dua orang, serta dari Kretek, Pajangan, Bantul, Banguntapan, dan Kasihan masing-masing satu orang, sehingga total kasus pulih dari COVID-19 di Bantul secara akumulasi berjumlah 11.849 orang.

Sedangkan kasus positif COVID-19 yang meninggal dunia pada hari ini terdapat satu orang dari Kecamatan Pleret, sehingga total kasus kematian di Bantul sampai saat ini berjumlah 335 orang.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka data pasien COVID-19 aktif domisili Bantul yang masih menjalani isolasi maupun perawatan tenaga kesehatan di sejumlah rumah sakit rujukan per hari Jumat (14/5) berjumlah 803 orang.

Ketua Satgas COVID-19 Bantul Abdul Halim Muslih mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, nenghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar