Gugus Tugas COVID-19 Kulon Progo menggandeng BLKK Yogyakarta uji sampel

id COVID-19,Kulon Progo,BBVet Wates,BLKK Yogyakarta

Gugus Tugas COVID-19 Kulon Progo menggandeng BLKK Yogyakarta uji sampel

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kulon Progo menggandeng Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi di Yogyakarta karena Balai Besar Veteriner Wates kewalahan melakukan uji sampel terkait tingginya jumlah sampel hasil penelusuran kasus terkonfirmasi COVID-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kulon Progo Baning Rahayujati di Kulon Progo, Kamis, mengatakan kemampuan uji sampel di Balai Besar Veteriner Wates sebanyak 100 sampel per hari, namun seiring tingginya penambahan COVID-19 di Kulon Progo, jumlah sampel yang masuk bisa 250 sampel.

"Untuk meringankan beban BBVet Wates sekaligus mempercepat keluarnya hasil pemeriksaan sampel, satgas telah menggandeng Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) di Yogyakarta dalam rangka membantu proses pengujian sampel khusus untuk kasus COVID-19 dari Kulon Progo," kata dia.

Ia mengatakan per hari ini terdapat 669 sampel yang belum diperiksa. Sampel ini merupakan akumulasi hasil penelusuran dari kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kulon Progo sejak dua hari terakhir atau Selasa (22/6).

"Kami mohon masyarakat bersabar menunggu keluarnya hasil yang kemungkinan baru bisa diketahui 3-4 hari lagi," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan komunikasi dengan BLKK Yogyakarta, mereka menyanggupi menguji sekira 150 sampel per hari sehingga total pengujian sampel khusus untuk Kulon Progo baik yang dilakukan BBVet Wates maupun BLKK Yogyakarta sebanyak 250 sampel.

"Semoga kasus penyebaran COVID-9 cepat tertangani dengan cepat keluarganya hasil uji laboratorium sampel dari kontak erat terkonfirmasi COVID-19," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kulon Progo, hari ini ada penambahan 92 kasus baru, sehingga total selama pandemi menjadi 7.474 kasus. Adapun rinciannya 106 isolasi rumah sakit, 1.270 isolasi mandiri, 5.421 selesai isolasi, 537 sembuh dan 140 meninggal dunia.

"Kami minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan dengan baik," harapnya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar