Pemkab Gunung Kidul mengusulkan pekerja sektor informal dapat bantuan

id pekerja sektor informal,Gunung Kidul,PPKM,COVID-19

Pemkab Gunung Kidul mengusulkan pekerja sektor informal dapat bantuan

Ilustrasi - Kawasan wisata Gunung Api Purba, Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul. (ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengusulkan pekerja sektor informal mendapat bantuan supaya dapat bertahan dan bangkit kembali dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gunung Kidul Hadi Hendra Prayoga di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan Dinsos sudah mengusulkan bantuan bagi pekerja sektor informal kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunung Kidul.

"Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait bantuan kepada pekerja informal. Berdasarkan informasi, TAPD Gunung Kidul sudah mengusulkan kepada Pemda DIY, sekarang tinggal menunggu keputusan akhirnya," katanya.

Dinsos sudah menyusun skema penyaluran bantuan bagi sektor informal. Namun, untuk nominal dan sebagainya masih perlu dibahas lebih lanjut.

"Skema dan model penyaluran bisa berbeda dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pusat," katanya.

Kalangan pekerja sektor informal termasuk para pedagang, nelayan, hingga pekerja di bidang pariwisata. Tahun lalu, bantuan pekerja informal juga sudah diberikan dengan sumber dana dari APBD Gunung Kidul.

"Kami berharap pekerja sektor informal dapat bantuan, sehingga bisa bangkit dan sebagai modal usaha kembali," katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul Harry Sukmono mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi terkait dengan pemberian bantuan bagi pelaku wisata.

"Sampai saat ini belum ada bantuan yang disalurkan bagi pelaku wisata karena belum ada kebijakan pemberian bantuan kepada pelaku sektor informal," katanya.

Ia mengatakan pelaku wisata di Gunung Kidul terkena dampak PPKM sejak 3 Juli hingga 9 Agustus mendatang karena seluruh objek wisata yang dikelola masyarakat dan pemerintah tutup total.

"Kami hanya berharap pandemi COVID-19 ini segera dapat diatasi dan objek wisata dibuka kembali dan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku wisata kembali bangkit," katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021