Unsoed bantu petani ekspor gula semut

id riset produktif inovatif,unsoed purwokerto,lpdp kemenkeu

Unsoed bantu petani ekspor gula semut

Ketua Tim Riset Produktif Inovatif Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Yanuar E Restianto (kiri) menjelaskan peralatan yang digunakan dalam riset kepada Tim Monitoring dan Evaluasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (26/1/2023). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Tim Riset Produktif Inovatif Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto membantu petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Central Agro Lestari (KUB CAL), Desa Bumisari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, dalam rangka meningkatkan daya saing produksi dan ekspor gula semut.

Saat ditemui usai kegiatan Monitoring dan Evaluasi Riset Produktif Inovatif (Rispro) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis, Ketua Tim Rispro Unsoed Dr Yanuar E Restianto mengatakan riset yang dilakukan di KUB CAL, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, mengusung tema "Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Organic Coconut Sugar Melalui Digital Mapping dan Ecommerce di Era Revolusi Industri 4.0".

"Kami bekerja sama dengan mitra sudah cukup lama, sejak 2018. Kebutuhan-kebutuhan mitra, kami coba jawab, dan salah satu yang selama ini menjadi kendala mereka berkaitan dengan masalah ekspor," jelasnya.

Selama ini, kata dia, KUB CAL sudah melakukan ekspor gula semut namun ada tuntutan konsumen dari luar negeri bahwa produk pangan organik harus bisa ditelusur mulai dari lokasi lahan, pohonnya, dan sebagainya.

Menurut dia, pihaknya mencoba menjawab tuntutan tersebut dengan teknologi digital mapping (pemetaan secara digital).

"Kami melakukan foto udara sendiri, tidak menggunakan foto-foto yang sudah ada, sehingga mendapatkan kondisi yang sebenarnya. Kalau menggunakan foto-foto dari Google, kita kan tidak bisa mengetahui kualitas maupun akurasinya," tegasnya.

Setelah pemetaan secara digital itu selesai, kata dia, pihaknya juga mengecek koordinat di lapangan untuk mencocokkan hasil foto dari udara dengan kondisi di lapangan.

Ia mengatakan semua itu dijadikan sebagai dasar untuk membuat sistem ketelusuran yang selanjutnya dipasang pada aplikasi e-commerce (perdagangan elektronik).

"Itu mungkin yang membedakan antara aplikasi e-commerce yang kami kembangkan dan aplikasi e-commerce pada umumnya. Pada aplikasi yang sudah ada, masih jarang atau kita belum menemukan yang bisa sampai menunjukkan produk ini asal-usulnya dari mana, itu sudah berhasil kami kembangkan," jelasnya.

Dengan demikian, konsumen dari luar negeri bisa langsung memindai produk tersebut, sehingga dapat mengetahui asalnya dari mana, siapa pemilik lahannya, di sekitar itu ada berapa banyak pohonnya, dan sebagainya.