New Delhi (ANTARA) - Kementerian Pertahanan India pada Minggu (5/5) melaporkan bahwa pasukan Pakistan telah melakukan pelanggaran gencatan senjata selama 10 berturut-turut di sepanjang Garis Kontrol (LoC) di wilayah Kashmir yang disengketakan.
“Pada malam 3 dan 4 Mei, pos-pos Militer Pakistan tanpa alasan melepaskan tembakan senjata ringan di sepanjang LoC di daerah-daerah yang berseberangan dengan Kupwara, Baramulla, Poonch, Rajouri, Mendhar, Naushera, Sunderbani, dan Akhnoor (Jammu dan Kashmir). Militer India kemudian meresponsnya dengan cepat dan secara proporsional,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan India yang dikutip The Indian Express.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi menyusul serangan teroris pada 22 April lalu di dekat Kota Pahalgam, Jammu dan Kashmir, yang menewaskan sedikitnya 26 orang.
Kelompok militan Front Perlawanan, yang diketahui memiliki afiliasi dengan jaringan teroris, mengklaim bertanggung jawab atas serangan brutal tersebut.
Pascainsiden tersebut, hubungan diplomatik kedua negara menegang. India menyalahkan Pakistan atas serangan dan mengambil sejumlah langkah balasan termasuk menarik sebagian besar diplomatnya, menangguhkan Perjanjian Perairan Indus, dan menutup satu-satunya pos lintas darat yang tersisa antara kedua negara.
Baca juga: India tahan 175 orang di Kashmir, ketegangan dengan Pakistan memanas
Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan komitmennya untuk merespons serangan dengan tindakan militer yang tegas.
Ia memberi kebebasan penuh kepada militer India untuk menentukan strategi, target, dan waktu dalam menanggapi aksi teror tersebut.
Di sisi lain, Pakistan tak tinggal diam. Selain menghentikan seluruh perdagangan dengan India, Islamabad juga menutup wilayah udaranya untuk semua penerbangan dari India.
Dalam pernyataan resmi, Komite Keamanan Nasional Pakistan menyebut bahwa setiap upaya India untuk mengalihkan aliran Sungai Indus akan dianggap sebagai tindakan perang.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif menegaskan sikap negaranya dalam wawancara dengan kantor berita RIA Novosti.
“Pakistan akan melakukan balasan jika India melancarkan serangan,” ujarnya.
Kawasan perbatasan sepanjang 3.323 kilometer yang membelah kedua negara, termasuk wilayah LoC dan Gletser Siachen yang juga disengketakan, kini kembali berada dalam sorotan internasional seiring meningkatnya frekuensi baku tembak dan retorika keras antar kedua belah pihak.
Baca juga: Krisis Kashmir memanas, Air jadi senjata baru di medan geopolitik
Sumber: Sputnik-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: India laporkan pelanggaran gencatan senjata Pakistan 10 hari beruntun
