Logo Header Antaranews Jogja

Populasi anak di Jepang tembus titik terendah turun 44 tahun berturut-turut

Senin, 5 Mei 2025 07:35 WIB
Image Print
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (tengah) bermain dengan anak-anak saat ia meninjau pusat penitipan anak di Yokohama, Jepang, Senin (20/5). Abe telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah, termasuk mengembangkan penitipan anak, untuk membantu memobilisasi pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari rencana "Abenomics" untuk mengakhiri kebutuan ekonomi dan peningkatan insinyur di negara yang terkepung populasi yang menua dan semakin sedikit. REUTERS/Kyodo

Tokyo (ANTARA) - Jepang kembali mencetak rekor demografis yang mengkhawatirkan. Untuk ke-44 kalinya secara berturut-turut, jumlah anak-anak di negara tersebut mengalami penurunan, menandai tren penurunan angka kelahiran yang belum berhasil dibendung meski berbagai kebijakan telah digulirkan.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi yang dirilis menjelang Hari Anak Nasional pada Senin, jumlah anak di bawah usia 15 tahun—termasuk warga asing—turun menjadi 13,66 juta per 1 April, atau berkurang 350.000 jiwa dibanding tahun lalu.

Secara proporsi terhadap total populasi, angka ini setara dengan 11,1 persen, penurunan 0,2 poin persentase dari tahun sebelumnya.

Ini sekaligus menjadi rasio terendah sejak statistik sejenis mulai dikumpulkan pada tahun 1950.

“Jumlah anak di Jepang telah terus menurun sejak tahun 1982,” tulis laporan tersebut, menggarisbawahi bahwa jumlah anak sempat memuncak pada 1954 dengan 29,89 juta dan mengalami lonjakan kelahiran kedua antara tahun 1971 hingga 1974—yang kini tinggal sejarah.

Baca juga: Rekor berakhir, Manusia tertua di Jepang meninggal di usia 115 tahun

Dari sisi jenis kelamin, anak laki-laki berjumlah 6,99 juta, sementara anak perempuan sebanyak 6,66 juta.

Pembagian usia menunjukkan gambaran yang lebih mengkhawatirkan: anak usia 0 hingga 2 tahun hanya 2,22 juta, jauh lebih sedikit dibandingkan kelompok usia 12 hingga 14 tahun yang berjumlah 3,14 juta, menandakan kelahiran baru yang semakin menurun drastis.

Secara geografis, penurunan terjadi di seluruh 47 prefektur Jepang, tanpa terkecuali. Hanya Tokyo dan Kanagawa yang masih mencatat jumlah anak di atas satu juta.

Menurut data PBB, Jepang kini menjadi negara dengan rasio anak terendah kedua di antara 37 negara berpenduduk lebih dari 40 juta jiwa, hanya sedikit di atas Korea Selatan yang berada di posisi terendah dengan rasio 10,6 persen.

Pemerintah Jepang telah menyatakan penurunan angka kelahiran sebagai prioritas nasional, dengan kebijakan yang mencakup bantuan keuangan bagi keluarga, ekspansi layanan penitipan anak, hingga pengaturan kerja fleksibel bagi orang tua.

Sumber: Kyodo



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jumlah anak di Jepang turun 44 tahun berturut-turut, capai rekor baru



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026