Yogyakarta (ANTARA) - Daun seledri ampuh turunkan tekanan darah secara alami dan ini bukan sekadar mitos. Banyak penelitian dari institusi kesehatan dan universitas di dalam negeri telah membuktikan khasiat luar biasa dari daun hijau yang kerap jadi pelengkap sup ini.
Sebagai salah satu tanaman herbal yang mudah ditemukan di dapur, siapa sangka bahwa daun seledri menyimpan rahasia besar untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Bagi yang sedang mencari solusi alami dan minim efek samping untuk mengontrol tekanan darah tinggi, daun seledri bisa jadi jawaban yang selama ini dicari. Tidak hanya ekonomis, namun juga mudah diolah dan cocok digunakan sebagai bagian dari terapi herbal harian.
Dikutip dari pafikotajakartaselatan.org, inilah bukti daun seledri ampuh turunkan tekanan darah secara alami dan aman.
1. Manfaat utama daun seledri untuk tekanan darah tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa daun seledri memiliki kandungan senyawa aktif seperti apigenin, flavonoid, dan ftalida.
Zat-zat inilah yang membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks, sehingga tekanan darah bisa turun secara alami. Apigenin berfungsi sebagai vasodilator, yaitu melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Sementara ftalida telah terbukti menurunkan ketegangan di otot-otot arteri, yang berkontribusi langsung terhadap penurunan tekanan darah.
Studi UGM tahun 2018 menguji ekstrak daun seledri pada pasien dengan hipertensi ringan hingga sedang. Hasilnya menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 10–12 mmHg dalam waktu 2 minggu, dengan konsumsi 2 gelas rebusan seledri setiap hari.
2. Senyawa aktif dalam daun seledri dan mekanisme kerjanya
Kandungan ftalida dalam seledri menjadi sorotan utama. Ftalida mampu menurunkan hormon stres seperti kortisol yang kerap menjadi pemicu tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, senyawa ini juga membantu mengurangi resistensi pembuluh darah perifer.
Sebuah penelitian dari Poltekkes Kemenkes Surabaya menyatakan bahwa pasien yang rutin mengonsumsi jus seledri selama seminggu mengalami penurunan tekanan darah hingga 8 persen.
Selain ftalida, daun seledri juga kaya akan kalium. Zat ini penting dalam menyeimbangkan natrium dalam tubuh. Ketidakseimbangan natrium dan kalium sering kali menjadi penyebab hipertensi. Dengan menambah asupan kalium dari daun seledri, tekanan darah bisa kembali ke angka normal.
3. Cara tradisional menggunakan daun seledri sebagai obat hipertensi
Kamu bisa menggunakan daun seledri sebagai obat herbal dengan berbagai cara sederhana. Cara paling umum adalah dengan merebus segenggam daun seledri dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu diminum satu kali sehari. Cara lainnya adalah membuat jus seledri tanpa tambahan gula atau garam, diminum pagi hari sebelum makan.
Kandungan air dalam daun seledri mencapai 95 persen, yang juga membantu menjaga hidrasi tubuh. Selain itu, daun seledri bisa dijadikan lalapan segar atau ditambahkan ke dalam salad, smoothie, atau sup.
4. Bukti ilmiah dari lembaga kesehatan di Indonesia
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Airlangga pada 2020 melakukan uji coba kepada pasien lansia penderita hipertensi ringan. Hasilnya, pemberian ekstrak daun seledri sebanyak 250 mg per hari selama 14 hari berhasil menurunkan tekanan darah rata-rata sebesar 7–10 mmHg.
Penelitian serupa juga dilakukan di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Dalam jurnal yang diterbitkan tahun 2021, disebutkan bahwa konsumsi rebusan daun seledri secara teratur membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi kebutuhan obat antihipertensi pada pasien lanjut usia.
5. Daun seledri sebagai alternatif aman terapi hipertensi
Daun seledri menawarkan pendekatan non-farmakologis yang aman dan minim efek samping. Berbeda dengan obat antihipertensi sintetis yang sering memunculkan keluhan seperti pusing, kelelahan, atau gangguan ginjal, penggunaan daun seledri cenderung lebih ramah tubuh. Selama dikonsumsi dalam batas wajar, tidak ada efek toksik yang ditemukan.
Ini menjadikan seledri sebagai opsi ideal bagi Kamu yang ingin menjalani terapi herbal jangka panjang tanpa harus bergantung pada obat kimia. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai terapi herbal apapun, terutama jika Kamu memiliki kondisi medis lainnya.
6. Perbandingan efektivitas daun seledri dengan obat antihipertensi ringan
Meskipun daun seledri tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran obat dokter, namun penelitian membuktikan bahwa efektivitasnya hampir setara dengan obat antihipertensi golongan ringan.
Dalam sebuah studi perbandingan oleh Universitas Hasanuddin, pasien yang mengonsumsi daun seledri mengalami penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 11 mmHg, sementara kelompok yang menggunakan obat captopril mengalami penurunan sebesar 13 mmHg.
Perbedaan yang tidak signifikan ini menunjukkan bahwa Kamu bisa memanfaatkan daun seledri sebagai bagian dari terapi integratif bersama pengobatan medis.
7. Tips konsumsi dan pemilihan daun seledri terbaik
Agar manfaat daun seledri lebih maksimal, pilihlah daun yang masih segar, berwarna hijau cerah, dan tidak layu. Hindari daun yang sudah menguning karena kandungan nutrisinya telah menurun. Kamu bisa menyimpan seledri dalam lemari pendingin selama 3–5 hari dalam wadah tertutup.
8. Kandungan nutrisi lain yang mendukung kesehatan jantung
Tak hanya bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, daun seledri juga kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan beta-karoten. Zat-zat ini penting dalam menangkal radikal bebas yang bisa merusak dinding pembuluh darah. Selain itu, daun seledri mengandung serat yang baik untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, seledri bukan hanya obat alami hipertensi, tapi juga penjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
9. Kombinasi herbal seledri dengan bahan lain untuk hasil optimal
Untuk Kamu yang ingin mencoba variasi ramuan herbal, daun seledri bisa dikombinasikan dengan bahan alami lain seperti daun salam, bawang putih, dan jeruk nipis.
Kombinasi ini terbukti secara empiris membantu menurunkan tekanan darah lebih cepat. Misalnya, rebusan daun seledri dan daun salam terbukti menurunkan tekanan darah lebih baik dibanding hanya seledri saja, menurut riset dari publikasi mahasiswa Universitas Padjadjaran.
Resep ini cukup mudah. Rebus lima lembar daun seledri dan lima lembar daun salam dalam dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum setiap pagi selama tujuh hari berturut-turut.
10. Kenapa Kamu harus mulai rutin konsumsi seledri sekarang juga
Jika tekanan darah tinggi tidak dikontrol sejak dini, risiko penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal akan meningkat drastis. Mengonsumsi daun seledri secara rutin bisa jadi langkah kecil yang berdampak besar untuk masa depan kesehatan Kamu. Terlebih lagi, seledri adalah tanaman yang bisa Kamu tanam sendiri di rumah tanpa banyak biaya.
Kamu tidak perlu menunggu tekanan darah melonjak untuk mulai rutin mengonsumsi daun seledri. Gunakan tanaman herbal ini sebagai langkah pencegahan dan perawatan yang menyatu dengan gaya hidup sehat sehari-hari.
Kesimpulan
Daun seledri terbukti secara ilmiah memiliki khasiat dalam menurunkan tekanan darah. Penelitian dari berbagai universitas dan lembaga kesehatan di Indonesia menunjukkan bahwa konsumsi seledri secara rutin mampu memberikan efek penurunan tekanan darah yang signifikan. Kandungan senyawa aktif seperti ftalida, apigenin, dan kalium bekerja secara sinergis untuk merelaksasi pembuluh darah dan menyeimbangkan cairan tubuh.
Sebagai tanaman herbal lokal yang mudah ditemukan dan diolah, daun seledri menjadi solusi alami yang praktis dan terjangkau. Selain membantu menurunkan tekanan darah, seledri juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular secara umum. Tidak mengherankan jika daun ini mendapat perhatian lebih dalam dunia pengobatan herbal modern.
Untuk Kamu yang ingin menghindari efek samping obat-obatan kimia dan memilih pendekatan alami, rutin konsumsi daun seledri adalah pilihan cerdas. Dengan cara yang tepat dan konsistensi dalam penggunaannya, daun seledri bisa menjadi sahabat terbaik dalam menjaga tekanan darah tetap stabil dan tubuh tetap bugar.
