Jakarta (ANTARA) - Jakarta (ANTARA) - Petenis putra Indonesia Christopher Rungkat menyandang status baru usai ditunjuk sebagai presiden nasional Global Professional Tennis Coach Association (GPTCA) untuk Indonesia.
"Penunjukan strategis ini menggarisbawahi komitmen GPTCA untuk meningkatkan standar kepelatihan dan mendorong perkembangan tenis di wilayah-wilayah utama di seluruh dunia," tulis GPTCA dalam pengumuman yang diunggah di media sosial, dikutip Rabu.
Pria yang akrab disapa Christo itu mengungkapkan bahwa tujuan GPTCA menunjuknya adalah agar ia dapat membagikan pengetahuan dan pengalamannya selama berkomitmen untuk turun di karir profesional.
Berasal dari keluarga tenis, Christo yang memulai perjalanannya di lapangan pada usia empat tahun itu memiliki visi untuk membantu pemain dalam masa transisi dari petenis junior lompat menjadi petenis profesional dengan tour.
"Karena mungkin salah satu ekspertis saya adalah mentorship jadi itu mungkin salah satu misi saya ke depan, saya ingin mentor anak-anak terutama yang memang serius karena karirnya di tenis. Terpisah dia melangkah jauh nanti setelah terjun ke professional tour," ujar Christo.
Sebagai petenis, ia mencapai peringkat ATP tertinggi 68 di ganda dan 241 di tunggal, meraih gelar juara ATP Tour 250 di Pune 2020, menjadi runner-up ATP Tour 250 di Sofia 2019, dan meraih beberapa gelar ATP Challenger.
Ia juga meraih medali emas Asian Games 2018 bersama Aldila Sutjiadi. Christo/Aldila juga mencetak hattrick emas SEA Games pada Manila 2019, Vietnam 2021, dan Kamboja 2023.
Saat ini, ia memegang rekor sebagai petenis Indonesia dengan kemenangan pertandingan terbanyak di Piala Davis.
Menginjak usia 35 tahun, ia belum berkeinginan gantung raket. "Saya rasa saya belum mau pensiun dulu ya untuk mungkin setahun dua tahun ke depan. Masih ada SEA Games akhir tahun ini dan Asian Games mungkin tahun depan," katanya.
