Jakarta (ANTARA) - Asuransi gawai (gadget insurance) dinilai menjadi semakin penting seiring meningkatnya ketergantungan masyarakat pada perangkat digital seperti smartphone, laptop, tablet, dan lainnya, dari risiko kerusakan tak diduga.
Menurut pemerhati keuangan dan asuransi Dwi Setyawati, di era digital, asuransi gawai menjadi penting untuk memberikan rasa aman bagi pengguna yang sangat bergantung pada perangkatnya dalam aktivitas harian.
"Apalagi biaya premi biasanya jauh lebih kecil dibandingkan potensi kerugian akibat kerusakan atau kehilangan perangkat gawai," ujar Dwi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/7).
Baca juga: Praktisi nilai larangan gawai di SMA boarding school perlu ditinjau ulang
Baca juga: Awas, ternyata adiksi gawai bisa menjadi penyebab obesitas dan mudah lupa
Asuransi gawai, katanya pula, memiliki banyak manfaat, seperti perlindungan dari risiko kerusakan, mengurangi beban keuangan mendadak jika ada masalah, mengatasi risiko pencurian/kehilangan, dan memproteksi investasi.
"Proteksi ini penting bagi pekerja freelance, kreator konten, atau profesional yang bekerja secara mobile, karena kehilangan atau kerusakan gawai bisa menghambat produktivitas," katanya pula.
Baca juga: Menteri PPPA nilai sebagian besar kasus kekerasan bermula dari gawai
CEO & Co Founder Qoala Harshet Lunani menyebutkan banyak masyarakat yang mengandalkan smartphone, gadget, dan laptop untuk mencari nafkah, belajar, hingga menjaga hubungan dengan keluarga.
"Ketika perangkat itu rusak atau hilang, yang terganggu bukan hanya barangnya, tapi juga ritme hidup kita sehari-hari. Untuk itu, EasyCover ADLD untuk menjaga stabilitas serta rasa aman pelanggan agar mereka tetap bisa melangkah tanpa terhenti,” ujarnya.
Baca juga: Pemakaian gawai berisiko sebabkan "speech delay" pada anak
Baca juga: Setop beli gawai dengan harga tak wajar
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat nilai penting asuransi gawai dari risiko kerusakan tak diduga
