Logo Header Antaranews Jogja

Hanya 73 truk bantuan pangan memasuki Gaza saat kelaparan kian meluas

Senin, 28 Juli 2025 11:14 WIB
Image Print
Arsip foto - Warga berdiri di kafe pinggir pantai Al-Baqa Cafeteria yang dihancurkan Israel melalui serangan udara di Kota Gaza, Palestina, Minggu (30/6/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/bar/pri.

Istanbul (ANTARA) - Kantor Media Pemerintah di Gaza, Minggu (27/7), melaporkan hanya 73 truk bantuan kemanusiaan yang berhasil memasuki Jalur Gaza, Palestina, dalam 24 jam terakhir di tengah kelaparan yang semakin meluas akibat blokade Israel yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam pernyataannya, kantor tersebut menyatakan bahwa krisis kemanusiaan telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan sedikitnya 133 orang termasuk 87 anak-anak meninggal dunia karena kelaparan sejak dimulainya perang genosida Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah kantong yang hancur lebur akibat kebiadaban militer Zionis itu.

Kantor tersebut menuduh Israel sengaja menciptakan kekacauan dan kelaparan di wilayah Gaza.

"Kelaparan menyebar dengan sangat cepat dan kini berdampak pada seluruh populasi Gaza, termasuk 1,1 juta anak-anak," tulis pernyataan tersebut.

Baca juga: Konflik Gaza, lebih dari 300 staf PBB tewas

Meskipun sejumlah negara dan organisasi internasional telah mengumumkan rencana pengiriman ratusan truk bantuan ke Gaza, hanya 73 truk yang benar-benar tiba. Sebagian di antaranya, menurut pernyataan itu, mengalami penjarahan atau terhalang di bawah pengawasan ketat Israel.

Kantor media itu juga melaporkan bahwa terdapat tiga pengiriman bantuan melalui udara, namun total muatan ketiganya hanya setara dengan dua truk bantuan.

Bantuan udara tersebut justru mendarat di "zona merah", yaitu area pertempuran aktif yang telah ditandai di peta militer Israel, di mana warga sipil tidak bisa mengambil bantuan secara aman.

"Yang terjadi saat ini adalah sebuah lelucon," lanjut pernyataan itu, seraya menuding komunitas internasional turut berperan melalui "janji-janji palsu" dan "informasi menyesatkan" yang berasal dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat.

Baca juga: Serangan Israel tewaskan 20 warga yang tunggu bantuan di Gaza

Pihak Gaza kembali menyerukan agar semua penyeberangan perbatasan dibuka tanpa syarat, serta menuntut masuknya makanan, air bersih, dan susu formula bayi secara segera.

Otoritas Palestina menyatakan bahwa Gaza membutuhkan sedikitnya 600 truk bantuan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan 2,4 juta penduduknya.

Pada hari yang sama, Israel mengumumkan rencana jeda pertempuran secara lokal dan sementara untuk memungkinkan pengiriman bantuan melalui koridor aman yang telah ditentukan, setelah puluhan warga Palestina tewas akibat kelaparan di wilayah yang diblokade itu.

Sementara itu, Yordania menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan tiga kali pengiriman bantuan udara ke Gaza bekerja sama dengan Uni Emirat Arab.

Krisis kelaparan di Gaza kini telah berkembang menjadi bencana kemanusiaan.

Baca juga: Kelaparan jadi ancaman nyata di Gaza, 10 warga meninggal dalam sehari

Rekaman yang beredar menunjukkan warga dalam kondisi sangat kurus, beberapa di antaranya hanya tinggal kulit dan tulang, jatuh pingsan akibat kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan berkepanjangan.

Israel telah memberlakukan blokade atas Gaza selama 18 tahun, dan sejak 2 Maret 2024, seluruh jalur penyeberangan ditutup sepenuhnya. Tindakan rezim Zionis yang didukung Amerika Serikat ini telah memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Meski mendapat tekanan dari dunia internasional untuk menghentikan agresi, militer Israel tetap melanjutkan serangan ke Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Hampir 60.000 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Serangan Israel tewaskan 995 warga sipil saat antre bantuan

Pemboman tanpa henti itu telah meluluhlantakkan Jalur Gaza dan menyebabkan kelangkaan pangan.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas agresi militer terhadap wilayah tersebut.


Baca juga: Bantuan makin menumpuk, PBB desak akses kemanusiaan ke Gaza dibuka

Baca juga: PBB: Sejak Mei sedikitnya 798 warga Palestina tewas saat antre bantuan di Gaza




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hanya 73 truk bantuan pangan memasuki Gaza saat kelaparan kian meluas



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026