Sedihnya, pelajar tewas diduga dampak bullying

id Bullying ,Lombok Tengah ,NTB,Pelajar tewas

Sedihnya, pelajar tewas diduga dampak bullying

Kanit PPA Polres Lombok Tengah Aiptu Pipin Setyaningrum. ANTARA/Akhyar Rosidi.

Lombok Tengah (ANTARA) - Satreskrim Polres Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelidiki kasus pelajar usia (13) yang meninggal dunia, diduga akibat di-bullying oleh teman sekolahnya.

"Korban ditendang pelaku dan terbentur tembok, sehingga meninggal dunia," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polres Lombok Tengah Aiptu Pipin Setyaningrum di Lombok Tengah, Senin.

Peristiwa bermula ketika korban dan terduga pelaku seorang pria bernama Mawar (nama samaran) terjadi cekcok setelah sebelumnya saling bullying di asrama tempat mereka sekolah atau di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Janapria, Minggu (3/8).

"Akibat perkelahian itu korban meninggal dunia," katanya.

Setelah kejadian perkelahian tersebut, korban sempat di bawah ke puskesmas, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

"Korban sempat di bawah ke puskesmas," katanya.

Baca juga: Polisi sebut korban perundungan Binus School pipinya memar

Setelah mendapatkan informasi terkait kasus tersebut, pihaknya melakukan upaya pemanggilan terhadap terduga pelaku maupun pimpinan pondok pesantren serta pihak keluarga korban.

Namun, terduga pelaku yang masih di bawah umur belum diamankan dan pihak korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah.

"Kasus ini delik murni, bukan delik aduan, sehingga tetap dilakukan upaya hukum," katanya.

Ia mengatakan sesuai undang-undang, atas perbuatannya terduga pelaku bisa dijerat dengan pasal 80 ayat 3 yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Proses hukum tetah dilakukan, meskipun pihak keluarga belum melaporkan peristiwa tersebut," katanya.

Baca juga: Mengobati luka menganga dunia pendidikan dokter spesialis

"Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak puskesmas untuk proses selanjutnya," katanya.

Dengan adanya peristiwa itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat atau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya, sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Kami imbau kepada masyarakat atau para guru untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah," katanya.

Baca juga: Medsos jadi sarana perundungan anak di tanah air

Baca juga: Pemerintah diminta bentuk satgas cegah "bullying"di sekolah

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.