Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mendorong generasi muda terlibat aktif dalam memperkuat diplomasi digital dengan menyebarkan narasi positif tentang Indonesia di ruang maya.
Diplomat Ahli Madya Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI Margaretha Puspita menyebut partisipasi generasi muda menjadi semakin krusial di tengah dinamika global yang dipengaruhi teknologi informasi.
"Teman-teman dari kalangan muda bukan hanya bagian dari strategi diplomasi digital Indonesia, tetapi kalian adalah strateginya itu sendiri," ujar Margaretha dalam seminar bertajuk "Peran Engagement Publik dalam Diplomasi Digital Indonesia" di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, DIY, Selasa.
Menurut Margaretha, publik kini bukan lagi sekadar objek komunikasi pemerintah, melainkan bagian langsung dari strategi diplomasi itu sendiri.
Dengan kreativitas dan literasi digital yang kuat, ia meyakini anak muda Indonesia dapat mengisi ruang digital dengan narasi positif yang sejalan dengan kepentingan nasional.
Dia mengatakan generasi muda memiliki peran ganda, yakni sebagai produsen sekaligus konsumen informasi.
Dengan potensi demografi yang mencapai sekitar 20 persen dari total populasi Indonesia, kalangan muda dapat menjadi digital ambassadors yang memperkuat pengaruh Indonesia di dunia maya.
Dalam kesempatan itu, Margaretha menggambarkan media sosial dan ruang digital sebagai "pedang bermata dua", yang bisa menjadi ancaman jika digunakan tanpa arah, namun juga menjadi kekuatan lunak (soft power) bangsa bila dimanfaatkan secara bijak untuk memperkuat citra dan diplomasi Indonesia.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kemlu RI sedang melakukan adaptasi kelembagaan dan modernisasi strategi komunikasi digital untuk menghadapi tantangan era disrupsi informasi.
Kemlu telah membentuk unit khusus yang berfokus pada strategi komunikasi dan pemantauan media digital, sebagai bentuk komitmen memperkuat diplomasi publik berbasis data dan informasi.
Sebagai bagian dari strategi komunikasi publik, Kemlu juga mengembangkan kampanye digital melalui tagar #IniDiplomasi yang bertujuan memperkenalkan kerja diplomasi kepada masyarakat secara inklusif dan mudah dipahami.
Ke depan, inisiatif itu akan dilanjutkan dengan tagar #GlobalIndonesia untuk membawa pesan diplomasi Indonesia ke audiens internasional dengan melibatkan partisipasi masyarakat, terutama kalangan muda dan komunitas digital.
"Melalui #IniDiplomasi, kami berharap generasi muda semakin memahami agenda diplomasi Indonesia, dan karena memahami, akhirnya ingin lebih terlibat. Penggunaan #GlobalIndonesia di media sosial juga merupakan bentuk partisipasi publik dalam strategi diplomasi digital Indonesia," ujar dia.
