Psikolog: Orang tua perlu bijak digital dalam didik gen-Z dan Alpha

id bijak digital,gen-Z,gen Alpha,Psikolog UGM,UGM

Psikolog: Orang tua perlu bijak digital dalam didik gen-Z dan Alpha

Psikolog Tina Afiatin (depan, paling kiri) dalam Rapat Terbuka Senat Fakultas Psikologi UGM, Kamis (8/1/2026), di Yogyakarta. ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN.

Jakarta (ANTARA) - Psikolog Universitas Gajah Mada (UGM), DI Yogyakarta, Tina Afiatin mengatakan orang tua perlu menjadi bijak digital dalam mendidik generasi Z dan generasi Alpha, mengingat kedua generasi tersebut mendominasi penggunaan internet di Indonesia, mencapai 229,4 juta jiwa.

"Dalam mendidik generasi digital, kita harus menjadi bijak digital, bukan digital immigrant yang resisten terhadap perubahan, dan bukan pula digital native yang naif terhadap risiko, melainkan individu yang bijaksana dalam memanfaatkan teknologi untuk kemajuan yang lebih bermartabat," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa, yang didominasi pengguna dari Generasi Z, Generasi Y, dan Generasi Alpha.

Tina juga mengemukakan, transformasi digital memang membawa manfaat luar biasa, tetapi juga berisiko jika tidak dikelola secara bijak. Oleh karena itu, diperlukan sinergi eko-sistemik yang terencana, berkelanjutan, dan saling menguatkan antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media.

Baca juga: Gen Y dan Z punya peran strategis dalam transformasi digital layanan pertanahan

Baca juga: Gen Z termasif adopsi slang bahasa Inggris

Ia juga memaparkan sejumlah tantangan perkembangan individu yang muncul di era digital, di antaranya perubahan pola perkembangan kognitif, dinamika sosio-emosional, proses pembentukan identitas diri, serta paparan konten tidak sehat dan berbagai risiko online yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan karakter anak.

"Dalam konteks ini, keluarga perlu ditempatkan sebagai basis utama perkembangan individu. Perlu juga ada transformasi pola pengasuhan dari pendekatan kontrol menuju kolaborasi, penguatan resiliensi keluarga, serta peran strategis ayah dalam pengasuhan digital," ujar dia.

Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam memperkuat fungsi keluarga melalui berbagai program pembangunan keluarga dan pengasuhan berbasis siklus kehidupan.

"Sinergi adalah kunci, bukan dalam arti menyeragamkan, melainkan menyatukan peran dengan tetap menjaga karakter dan otonomi masing-masing keluarga," ucap Tina.






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Psikolog: Orang tua perlu bijak digital dalam didik gen-Z dan Alpha

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.