Bantul (ANTARA) - Tim Pengabdian Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mendirikan layanan terpadu kesehatan mental yang diberi nama Lentera bagi warga di sekitar kampus tersebut.
"Lentera merupakan layanan terpadu kesehatan mental warga Sedayu yang dirancang untuk memberikan akses informasi, pendampingan psikologis, penanganan awal, serta rujukan gangguan kesehatan mental secara terstruktur," kata Ketua Tim Pengabdian Fakultas Psikologi UMBY Reny Yuniasanti di Yogyakarta, Selasa.
Menurut dia, urgensi pendirian layanan ini tidak terlepas dari kondisi kesehatan mental di DIY. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi gangguan mental berat di DIY mencapai 9,3 persen, menjadi yang tertinggi di Indonesia.
Sementara data lokal Puskesmas Sedayu II Kabupaten Bantul pada 2024 juga mencatat terdapat 91 warga pengidap skizofrenia di wilayah Sedayu, menunjukkan perlunya layanan psikologis yang lebih memadai dan berkelanjutan.
"Melihat fakta tersebut, Kecamatan Sedayu bersama tim akademisi UMBY menilai penting untuk mengembangkan sistem yang bukan hanya fokus pada kuratif, tetapi juga preventif melalui edukasi, pendampingan komunitas, serta akses rujukan yang jelas," katanya.
Baca juga: Gibran soroti ledakan SMAN 72, minta masyarakat peka kesehatan mental
Dengan demikian, kata dia, layanan Lentera kemudian diproyeksikan menjadi pusat layanan terpadu yang menghubungkan masyarakat, kader, tenaga kesehatan, dan pendamping profesional.
Lebih lanjut dia mengatakan, penguatan dan pemberdayaan masyarakat dalam menangani permasalahan kesehatan mental telah dilakukan melalui serangkaian pelatihan kader jiwa, dimulai pada 15 Juni 2024 dengan materi pengenalan kesehatan mental dan konseling dasar.
Kemudian dilanjutkan pada 22 Juni 2024 dengan konseling dasar lanjutan, hingga pelatihan intensif pada 27 Oktober 2025 yang membekali kader dengan teknik observasi, wawancara, serta penguatan kemampuan konseling.
Para kader ini dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, memberikan dukungan psikososial, serta menghubungkan warga dengan tenaga kesehatan profesional.
"Dengan bekal pelatihan tersebut, kader diharapkan mampu menjadi titik pertama yang aman dan terpercaya bagi masyarakat ketika menghadapi persoalan psikologis," katanya.
Dia mengatakan, melalui sistem yang terintegrasi, masyarakat kini dapat mengakses informasi dan layanan Lentera melalui kanal resmi Kapanewon Sedayu, termasuk alur pengaduan kesehatan mental serta nomor layanan yang disediakan.
Baca juga: Baznas RI gandeng Habib Ja'far beri layanan kesehatan mental gratis
Layanan Lentera yang diluncurkan pada Jumat (14/11) tersebut menjadi penanda penting bagi Kapanewon Sedayu dalam membangun layanan kesehatan mental yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
"Dengan keterlibatan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, serta kader di tingkat dusun yang dibentuk menjadi satgas, maka Lentera diharapkan mampu menjadi model layanan kesehatan mental berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanto mengatakan, Pemkab Bantul mengapresiasi inisiatif Kapanewon Sedayu bersama UMBY dalam membentuk layanan kesehatan mental dan menggerakkan satgas dan kader jiwa yang telah dikukuhkan.
"Besar harapan kami dengan adanya layanan Lentera dan kader jiwa dapat mengurai dan mengurangi permasalahan kesehatan mental yang terjadi di Kapanewon Sedayu," katanya.
Baca juga: KPAI menekankan sistem deteksi dini guna cegah pelajar bunuh diri
Baca juga: Psikolog sebut sehat mental bukan berarti seseorang selalu bahagia
