Mendikdasmen memprioritaskan perbaiki sekolah rusak akibat bencana

id Kemendikdasmen ,Revitalisasi sekolah ,Pemulihan pascabencana

Mendikdasmen memprioritaskan perbaiki sekolah rusak akibat bencana

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Rabu (14/1/2026) secara simbolis meresmikan sebanyak 96 sekolah hasil dari program revitalisasi satuan pendidikan periode 2025 untuk wilayah Tangerang Raya, Provinsi Banten. ANTARA/Hana Kinarina

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memprioritaskan program revitalisasi satuan pendidikan untuk memperbaiki sekolah-sekolah rusak akibat bencana alam.

Mu'ti mengatakan pihaknya memprioritaskan program revitalisasi satuan pendidikan periode 2026 untuk sekolah yang memang rusak berat, khususnya pascabencana alam sehingga sekolah yang hanya memerlukan rehabilitasi kecil dapat menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

"Prioritas kami 2026 adalah sekolah yang memang rusak, bukan sekolah yang misalnya penambahan-penambahan atau rehabilitasi kecil. Karena kalau rehabilitasi kecil bisa dengan dana BOS, tidak perlu dari revitalisasi,” kata Mendikdasmen Mu'ti kepada media usai Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Tangerang Raya di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Rabu.

Ia menjelaskan pihaknya sebelumnya telah mengalokasikan anggaran periode 2026 untuk merevitalisasi satuan pendidikan sebanyak 11 ribu sekolah, namun Presiden kemudian menambah jumlah tersebut sebanyak 60 ribu sekolah, sehingga target revitalisasi satuan pendidikan tahun ini menjadi 71 ribu sekolah.

Dari jumlah target baru tersebut, ia menyebutkan sekitar 11 ribu di antaranya siap diprioritaskan bagi daerah yang terdampak bencana, sementara sisanya, sekitar 60 ribuan sekolah untuk wilayah lain.

“Sebelum 60 ribu pun sudah kami alokasikan dari yang 11 ribu untuk sekolah terdampak bencana. Karena ada penambahan, jadi yang 11 ribu kami alokasikan prioritas untuk daerah terdampak bencana. Nah tambahannya nanti bisa untuk wilayah-wilayah lain yang memang masih bisa bertahan dengan kondisi yang ada,” katanya.

Berdasarkan pantauan pihaknya, bencana alam di Pulau Sumatera menyebabkan kerusakan terhadap sekitar 4 ribu satuan pendidikan, dengan kondisi terbagi dalam kriteria rusak ringan, sedang, hingga berat.

"Sebagian ada yang belum pakai seragam, karena ya tidak ada pakaian. Kemudian juga ada yang belajarnya masih di lantai karena meja kursinya rusak. Kami dorong secepatnya semuanya bisa belajar, keadaan memang belum ideal tetapi yang penting mereka belajar," ujarnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan proses perbaikan sekolah terdampak bencana alam di Pulau Sumatera terus dilakukan secara bertahap agar murid bisa kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Bagi daerah yang sekolahnya tersapu banjir, Kemendikdasmen siap melakukan relokasi untuk pembangunan sekolah baru.

Namun demikian, ia mengatakan pembangunan gedung baru dipastikan memerlukan waktu yang lama, sehingga pihaknya akan menerapkan ruang kelas darurat dengan kurikulum pembelajaran darurat bagi sekolah dengan kondisi tersebut.

"Tapi intinya semua anak-anak harus belajar. Mereka boleh kehilangan harta bendanya tapi tidak boleh kehilangan cita-cita," tegas Mu'ti.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendikdasmen prioritaskan perbaiki sekolah rusak akibat bencana

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.