Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan bahwa tidak terjadi kebocoran 58 juta data siswa Indonesia seperti yang ramai dibicarakan di media sosial.
"Itu sudah diklarifikasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), oleh Pusat Data Informasi (Pusdatin) bahwa tidak ada indikasi kebocoran itu," kata Menko Pratikno di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa, menanggapi dugaan penjualan data siswa di situs gelap.
Menurut dia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini masih mendalami kebenaran informasi tersebut, dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
"Sekarang tim dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) , termasuk dari Kemendikdasmen juga terus menginvestigasi," kata Pratikno.
Sebelumnya, media sosial X diramaikan oleh unggahan yang menyebut terjadinya kebocoran data 58 juta siswa di seluruh Indonesia.
Dugaan tersebut pertama kali muncul di platform X pada Minggu (8/2).
Unggahan tersebut menuliskan DARURAT PRIVASI: DATA ANAK SEKOLAH SE-INDONESIA DIJUAL DI FORUM DARK WEB....
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Pratikno tegaskan tidak ada kebocoran data siswa
