BNPB sebut 435 hektare lahan mineral terbakar di Kalbar

id karhutla, kalbar, lahan mineral, gambut, kebakaran, bnpb

BNPB sebut 435 hektare lahan mineral terbakar di Kalbar

Pemadaman api kebakaran pada lahan mineral-gambut di Kalimantan Barat. ANTARA/HO-BNPB

Jakarta (ANTARA) - Provinsi Kalimantan Barat dikepung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan total luasan terdampak mencapai sekitar 435,578 hektare lahan mineral-gambut terhitung sejak 1 Januari - 11 Februari 2026 yang tersebar di 11 kabupaten dan dua kota.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan dari total luasan tersebut sekitar 235,331 hektare sudah berhasil dipadamkan melalui upaya terpadu lintas sektor, sementara sisanya masih dalam proses pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

BNPB melaporkan sebaran wilayah terdampak meliputi Kota Singkawang dan Kota Pontianak serta Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, Sintang, Melawi, Kayong Utara, Ketapang, Sanggau, Bengkayang, Landak, dan Sekadau.

Rincian luasan terbakar antara lain di Kabupaten Mempawah 157 hektare, Sambas 139,7 hektare, Kubu Raya 101,7 hektare, Ketapang 17,1 hektare, Kayong Utara 14,578 hektare, Sanggau 3,5 hektare, Melawi 1 hektare, dan Kota Singkawang 1 hektare, sementara beberapa wilayah lainnya masih dalam proses pendataan.

BNPB mencatat pada pembaruan terakhir Rabu pagi ini terdapat penambahan luasan terbakar sekitar 124,779 hektare. Meski demikian dipastikan sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa, dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat penegak hukum.

Adapun penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu oleh tim reaksi cepat BPBD Provinsi Kalimantan Barat bersama BPBD kabupaten dan kota, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kesatuan Pengelolaan Hutan, Masyarakat Peduli Api, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), serta unsur masyarakat.

Sejumlah pemerintah kabupaten telah menetapkan status siaga darurat, di antaranya Kabupaten Ketapang pada 15 Januari hingga 15 April 2026, Kabupaten Kubu Raya pada 15 Januari hingga 31 Desember 2026, Kabupaten Sambas pada 19 Januari hingga 30 April 2026, serta Kabupaten Mempawah pada 28 Januari hingga 31 Desember 2026.

Menurut Abdul Muhari demi mempercepat pengendalian karhutla pihaknya menyiapkan dukungan operasi udara berupa armada water bombing dan patroli udara termasuk penggunaan pesawat nirawak untuk pemantauan titik api, serta memperkuat pemadaman darat melalui distribusi mesin pompa dan selang tambahan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kalbar dikepung karhutla, BNPB: 435 hektare lahan mineral terbakar

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.