Kemenkum DIY mengimbau mahasiswa daftar hak cipta karya kreatif

id Kemenkum DIY,Yogyakarta,hak cipta

Kemenkum DIY mengimbau mahasiswa daftar hak cipta karya kreatif

Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto. ANTARA/HO-Kemenkum DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau mahasiswa di Yogyakarta mendaftarkan hak cipta karya kreatif agar orisinalitas dan hak ekonomi karya mereka terlindungi.

"Mahasiswa Yogya sangat kreatif. Jangan sampai karya yang dihasilkan justru dimanfaatkan pihak lain tanpa izin karena tidak didaftarkan," ujar Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto di Yogyakarta, Rabu.

Agung menuturkan pencatatan hak cipta kini semakin mudah melalui sistem daring yang terintegrasi. Pemohon cukup mengunggah dokumen persyaratan secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor.

"Prosesnya cepat dan biaya terjangkau. Ini bentuk dukungan negara terhadap ekosistem kreatif agar para pencipta merasa aman dan dihargai," kata dia.

Sebagai kota pelajar, menurut dia, DIY dikenal dengan produktivitas karya kreatif mahasiswa, mulai dari film pendek, desain grafis, aplikasi digital, musik independen hingga karya tulis ilmiah.

Ekosistem kampus yang dinamis mendorong lahirnya berbagai inovasi setiap tahunnya.

Namun, Agung mengakui di tengah semangat berkarya tersebut, masih banyak kreator muda yang belum menyadari pentingnya pencatatan hak cipta atas karya.

Ia juga mengingatkan di era digital, risiko pelanggaran hak cipta semakin tinggi karena karya yang diunggah di media sosial atau platform digital sangat mudah disalin, dimodifikasi, bahkan dikomersialisasikan tanpa izin.

Salah seorang mahasiswa di Yogyakarta, Nabila (22) mengaku awalnya tidak terlalu memikirkan aspek hukum dalam berkarya.

Ia rutin mengunggah ilustrasi digitalnya di media sosial untuk membangun portofolio.

"Saya sering unggah ilustrasi di media sosial. Setelah dijelaskan soal risiko pembajakan dalam sosialisasi kampus, saya jadi sadar pentingnya perlindungan hukum. Ternyata banyak karya yang bisa diambil orang tanpa kita tahu," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.