Percepat transformasi digital, 40 Taruna STPNturun ke lapangan di Kabupaten Bantul

id STPN,ATR/BPN DIY,Yogyakarta

Percepat transformasi digital, 40 Taruna STPNturun ke lapangan di Kabupaten Bantul

aruna dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi diterjunkan di wilayah Kabupaten Bantul. (ANTARA/HO-Humas ATR/BPN DIY)

Yogyakarta (ANTARA) - Sebanyak 40 taruna dari Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi diterjunkan di wilayah Kabupaten Bantul untuk mendukung upaya pemutakhiran dan digitalisasi basis data pertanahan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Pertanahan dan Praktik Tata Laksana Pertanahan (KKNP-PTLP) tahun akademik 2025–2026 yang digagas oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Program KKNP-PTLP ini sejatinya dirancang sebagai langkah nyata dalam pemutakhiran data digital sertipikat tanah lama, yang merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Program ini mendapat dukungan penuh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul sebagai bagian dari upaya mewujudkan data pertanahan yang akurat, tertib, dan berintegritas untuk kepentingan masyarakat setempat.

Kegiatan di Kabupaten Bantul difokuskan pada perbaikan serta validasi data bidang tanah, terutama dalam menangani bidang tanah yang belum terpetakan atau belum masuk dalam sistem digital secara akurat. Taruna STPN akan bergerak bersama tim Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul untuk melakukan pendataan lapangan, pemetaan ulang, dan pencocokan antara informasi administrasi dokumen dengan kondisi riil di desa-desa. Taruna KKN STPN ini dibagi dalam 5 kelompok dan akan diterjunkan pada 25 Desa di Kabupaten Bantul.

Sebelum terjun, para taruna dibekali pelatihan mengenai pemetaan tematik, penggunaan alat survei, dan pembekalan yang menitikberatkan pada kemampuan komunikasi sosial, etika berinteraksi, serta pendekatan partisipatif kepada masyarakat, sehingga mereka mampu membangun hubungan yang harmonis dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Pendekatan ini memastikan para taruna tidak hanya memahami aspek teknis pertanahan, tetapi juga mampu menghargai budaya, adat istiadat, serta dinamika sosial yang berkembang di masing-masing lokasi penugasan.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, Tri Harnanto, menyampaikan bahwa kehadiran 40 taruna STPN ini menjadi energi baru dalam percepatan penataan data pertanahan di Bantul.(25/2/26)

“Program KKNP-PTLP ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi taruna, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat validitas data pertanahan di Kabupaten Bantul. Dengan data yang semakin akurat dan terintegrasi, pelayanan kepada masyarakat akan semakin cepat, tepat, dan transparan,” ujar Tri Harnanto.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan satuan kerja di daerah menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital pertanahan.

“Kami berharap para taruna dapat bekerja dengan profesional, menjaga integritas, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Validitas data pertanahan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal kepastian hukum dan rasa aman bagi masyarakat atas tanahnya,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul optimistis proses pemutakhiran dan digitalisasi data pertanahan dapat berjalan lebih optimal, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan pertanahan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.