Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengantisipasi berbagai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.
"Lebaran tahun ini berbarengan dengan cuaca ekstrem dan sampai Lebaran nanti diproyeksikan cuaca ini belum mengalami penurunan signifikan, masih musim hujan," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis.
Menurut dia, berbagai kejadian dampak cuaca ekstrem atau hujan deras disertai angin kencang antara lain banjir, tanah longsor, gerakan tanah, hingga pohon tumbang yang berpotensi menimpa pengendara.
"Sehingga kita harus melakukan effort yang besar, terutama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang beberapa waktu lalu menghadapi fenomena geologi berupa retaknya permukaan tanah, juga amblasnya permukaan tanah di beberapa tempat," katanya.
Baca juga: DKI imbau anak yang dibawa mudik Lebaran sudah diimunisasi lengkap
Baca juga: Kapal feri di Pelabuhan Ketapang terbakar diduga karena korsleting
Selain itu, kata dia, antisipasi dampak hujan yang bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor, seperti beberapa kejadian longsor di Bantul yang mengancam sejumlah rumah di wilayah Imogiri.
"Jadi Lebaran tahun ini aktivitas mudik tahun ini itu jelas lebih berat bagi pemerintah dalam mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi," katanya.
Meski demikian Bupati Halim mengatakan bagi para pemudik yang nanti akan menuju Bantul, termasuk para wisatawan, selamat datang di Bantul. Pemkab bersama warga siap untuk menyambut kedatangan pemudik maupun tamu yang berwisata ke Bantul.
"Nikmatilah Bantul, baik alam maupun budayanya. Kami akan memberikan layanan yang terbaik kepada para pemudik dan wisatawan di Bantul dan kepada warga Bantul marilah kita sambut pemudik tamu kita dengan sebaik-baiknya, berilah rasa aman, nyaman kepada siapa saja yang datang ke Bantul," katanya.
