Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengerahan personel Dinas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) mulai Senin ini untuk meningkatkan keamanan di bandara-bandara AS menyusul penghentian sebagian operasional ("shutdown") pemerintah.
"Shutdown" pemerintah yang sudah berlangsung 40 hari lebih tersebut berdampak pada Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), dengan Dinas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), yang berada di bawah DHS, terdampak paling parah.
Karyawan TSA dilaporkan tak kunjung digaji selama berminggu-minggu.
"Mulai Senin, ICE akan dikerahkan ke bandara-bandara untuk menolong agen TSA kita yang luar biasa yang teguh dalam tugas meski orang-orang Kiri Radikal dari Partai Demokrat ... membahayakan AS dengan menahan uang yang sudah disepakati sejak lama," kata Trump melalui Truth Social.
Baca juga: Iran ancam hancurkan fasilitas energi kawasan usai ancaman Trump
Baca juga: Laporan: Trump sedang persiapkan pasukan darat untuk serang Iran
Adapun DHS sebelumnya menyatakan bahwa bandara-bandara di AS dirundung kekacauan akibat "shutdown" pemerintah yang menyebabkan antrean pemeriksaan keamanan hingga berjam-jam serta penundaan penerbangan di berbagai bandara.
"Bandara dari ujung ke ujung AS mengalami penundaan besar, antrean keamanan BERJAM-JAM, dan penerbangan yang terlewat," kata DHS melalui media sosial X, Minggu (22/3).
Seperti Trump, DHS dalam pernyataannya juga menuding Partai Demokrat sebagai pangkal kekacauan yang terjadi akibat langkah "shutdown" pemerintah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bandara AS kacau usai 40 hari "shutdown", Trump kerahkan personel ICE
