Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengancam akan menurunkan Garda Nasional ke bandara-bandara jika Partai Demokrat menolak untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (shutdown) sebagian.
"Kami akan kerahkan Garda Nasional jika perlu. Kami punya 6.000 agen ICE (Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai) dan 40.000 orang lain yang membantu, beberapa di antaranya bahkan terpaksa (bekerja) karena Demokrat tak mau membayar mereka," kata Trump pada Rabu (25/3).
Ia merujuk pada petugas Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) yang bertanggung jawab atas keamanan bandara.
Trump menuduh Demokrat, yang ia sebut sebagai "sayap kiri radikal", berupaya mengambil kembali kendali Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk menghentikan operasionalnya.
Baca juga: Trump ingin akhiri perang dengan Iran dalam beberapa pekan mendatang
Baca juga: Trump tolak usulan Netanyahu picu protes massal di Iran pekan lalu
"Mereka (Demokrat) melakukan hal ini di tengah perang … Kami seharusnya tak melakukan ini, tetapi kami akan membuat Amerika benar-benar aman kembali dengan sangat cepat dengan penurunan terbesar (ancaman keamanan)," katanya.
Pada Rabu, DHS menyalahkan Partai Demokrat atas keluarnya 450 lebih petugas TSA di tengah shutdown sebagian.
Penutupan sebagian kegiatan DHS telah berlangsung lebih dari sebulan. Gedung Putih menyatakan kondisi itu telah merugikan ekonomi AS sebesar 2,5 miliar dolar AS (sekitar Rp42,3 triliun).
Di tengah gangguan operasional di bandara, Trump menyatakan akan mengerahkan agen ICE pada 23 Maret untuk memastikan keamanan di sana.
Sementara itu, anggaran DHS tetap menjadi titik utama perselisihan di Senat. Partai Demokrat menginginkan persyaratan lebih ketat bagi ICE, sementara pendanaan lembaga federal lainnya telah disetujui hingga 30 September.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Trump ancam kerahkan Garda Nasional ke bandara saat "shutdown"
