Bantul rencanakan proyek pekerjaan infrastruktur jalan di enam titik

id Pemkab Bantul ,Proyek pekerjaan infrastruktur ,Pengaspalan jalan

Bantul rencanakan proyek pekerjaan infrastruktur jalan di enam titik

Pekerjaan infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada tahun anggaran 2026 merencanakan melakukan pekerjaan proyek infrastruktur jalan di enam titik daerah tersebut.

"Jadi yang sudah masuk di tahun 2026 untuk proyek pekerjaan infrastruktur jalan kalau tidak salah ada lima sampai enam titik," kata Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pekerjaan infrastruktur jalan yang diusulkan untuk dikerjakan pada tahun 2026, sebenarnya jumlahnya banyak, namun karena mempertimbangkan kondisi keuangan daerah, maka dikerjakan di enam titik.

"Awalnya kita merencanakan banyak sekali, namun karena kondisi efisiensi anggaran saya kira juga kita split split untuk prioritas tempat yang memang sudah parah kita kerjakan, sekitar enam titik," katanya.

Meski demikian, pihaknya tidak hafal titik proyek pekerjaan infrastruktur pada 2026, namun dari enam titik infrastruktur jalan tersebut di antaranya ada di wilayah Bajang, Kecamatan Pandak.

"Itu sudah masuk ke kita suratnya, dan yang lainnya. Kondisinya rusak, sehingga kita lakukan pengaspalan, kalau yang pemeliharaan jalan titiknya lebih banyak lagi," katanya.

Wabup Bantul berpesan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, agar dalam pekerjaan infrastruktur baik pemeliharaan maupun pengaspalan jalan, supaya dikerjakan dengan sebaik baiknya.

"Kalau soal lelang proyek ya 'schedule'nya pekerjaan umum (DPUPKP) dan sudah dilaksanakan, sehingga apakah itu pemeliharaan jalan maupun pengaspalan jalan kami berpesan untuk betul betul dikerjakan sebaik baiknya," katanya.

Dia mengatakan terlebih beberapa waktu lalu, wilayah Kabupaten Bantul sempat diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi, sehingga hal tersebut banyak mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan.

"Jadi salah satu kelemahan kita di pembangunan infrastruktur pengaspalan jalan itu tatkala hujan yang terus terusan, ada genangan air, sehingga memang berakibat jalan kita rusak," katanya.

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.