Jakarta (ANTARA) - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ubaidillah menyerukan lembaga penyiaran yang ada di seluruh Indonesia harus menjadi benteng pelestarian budaya dan edukasi bagi masyarakat di momen Hari Penyiaran Nasional (Harsiaras) ke-93.
Agar tujuan itu dapat terwujud khususnya di tengah kondisi media konvesional melawan cepatnya arus informasi di media sosial, Ubaidillah mengatakan kolaborasi perlu dilakukan oleh para insan penyiaran untuk menciptakan ekosistem industri yang sehat dan mencerahkan.
“Kita memerlukan ekosistem penyiaran yang lebih adil bagi seluruh pelaku industri. Di usia yang ke-93 ini, penyiaran nasional harus mampu menjadi benteng pelestarian budaya dan informasi," kata Ubaidillah dalam keterangannya yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Mengangkat tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, Harsiarnas ke-93 mendukung hadirnya penyegaran regulasi untuk mewujudkan terciptanya ekosistem penyiaran yang lebih adil dan setara bagi seluruh pelaku industri di tengah disrupsi era digital.
Hal itu dikarenakan keadilan dalam ekosistem penyiaran menjadi fondasi utama agar lembaga penyiaran dapat terus menjalankan fungsinya sebagai media pemersatu bangsa di tengah gempuran informasi tanpa batas akibat media sosial.
Tanpa adanya regulasi yang menyeimbangkan lapangan permainan (level playing field), maka potensi media lokal untuk berkembang akan semakin dipengaruhi oleh dominasi arus informasi asing yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Meski begitu agar industri penyiaran tetap dapat bertumbuh di era disrupsi digital, Ubaidillah berpesan para pelaku di industri ini aktif melakukan adaptasi baik dalam hal teknologi hingga kreasi konten.
Dengan demikian, penyebaran informasi oleh industri penyiaran tetap dapat relevan di mata audiens muda yang saat ini terbiasa dengan platform digital.
Ubaidillah juga mengatakan penyiaran yang kreatif dan inovatif berperan penting dalam mendorong kemandirian ekonomi kreatif, yang juga merupakan bagian dari agenda besar nasional.
Lewat konten yang inspiratif, industri penyiaran mampu menggerakkan potensi lokal dan memperkuat identitas budaya, sehingga ketahanan nasional tidak hanya terbangun dari sisi keamanan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan spiritual masyarakat.
Menutup pernyataannya, Ubaidillah mengatakan KPI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri.
Di samping itu, KPI juga memastikan distribusi informasi yang merata hingga ke pelosok negeri lewat penyiaran, serta menjaga agar frekuensi publik digunakan sepenuhnya untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KPI serukan lembaga penyiaran jadi benteng budaya di Harsiarnas ke-93
