Logo Header Antaranews Jogja

Harga bensin rata-rata di AS tertinggi sejak Juli 2022

Sabtu, 2 Mei 2026 06:40 WIB
Image Print
Harga bensin di sebuah SPBU di Chicago melonjak tajam, dengan bensin tanpa timbal biasa mencapai $5,79 per galon dan Supreme+ mencapai $6,79 pada 30 April 2026. Kenaikan ini jauh melebihi rata-rata nasional sebesar $4,30, yang dipicu oleh perang yang sedang berlangsung dengan Iran dan blokade Selat Hormuz yang diakibatkannya, yang telah sangat mengganggu pasokan minyak global. ANTARA/Jacek Boczarski - Anadolu Agency/pri.

Washington (ANTARA) - Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat pada Jumat mencapai level tertinggi sejak Juli 2022, menurut data asosiasi otomobil Amerika AAA yang dikutip RIA Novosti.

Satu galon (3,8 liter) bensin jenis Regular naik lebih dari 9 sen dalam sehari dan kini mencapai 4,392 dolar AS (setara Rp76.000 dengan kurs 1 dolar AS=Rp17.300).

Menurut laman Badan Informasi Energi AS eia.gov, bensin jenis Regular yang dipasarkan di Abang Sam memiliki nilai oktan paling rendah yaitu 87 dibandingkan dua jenis yang lain yaitu Midgrade (89-90) dan Premium (91-94).

Sejak dimulainya operasi militer terhadap Iran, harga tersebut telah meningkat sebesar 1,41 dolar AS.

Rekor baru tercatat di California, di mana harga per galon mencapai 6,06 dolar AS (Rp104.800). Empat negara bagian lain—Washington, Oregon, Nevada, dan Hawaii—juga melampaui ambang 5 dolar AS.

Hanya di 13 negara bagian harga bensin masih di bawah 4 dolar AS per galon, dengan Georgia kini menjadi wilayah dengan harga termurah, yakni 3,802 dolar AS (Rp65.700) per galon, menggantikan posisi Oklahoma.

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.

Sedangkan pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan.

Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil, sementara AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sambil memperpanjang gencatan senjata.

Eskalasi konflik di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga mendorong kenaikan harga energi.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga bensin AS tembus level tertinggi sejak 2022, dampak konflik Iran



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026