
Pemkab Gunungkidul akan kembangkan pohon pisang empat tandan

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana mengembangkan varietas pohon pisang yang dapat berbuah hingga empat tandan di salah satu kebun milik warga di Padukuhan Wonongso, Gunungkidul.
"Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) kami telah meninjau langsung lokasi kebun di Wonongso dan varietas itu memiliki potensi untuk dikembangkan," kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di Yogyakarta, Senin.
Endah berencana untuk membudidayakan dan menangkarkan varietas pohon pisang tersebut secara lebih luas, bahkan pohon tersebut berpotensi menjadi ikon baru untuk Kapanewon Ngawen.
"Mungkin ke depan kita bisa memberikan nama khusus untuk varietas ini agar dapat menjadi ikon baru bagi Kapanewon Ngawen, khususnya Kelurahan Tancep," katanya.
Upaya tersebut, lanjut Endah, diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Gunungkidul sebagai pemasok utama kebutuhan pisang di DIY sekaligus sebagai bentuk upaya memperkuat ketahanan pangan mandiri
"Makan apa yang kita tanam, dan tanam apa yang kita makan," kata Endah.
Pemilik pohon pisang di Dusun Wonongso, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul Pringadi mengatakan cukup terkejut dengan kemunculan pohon pisang yang bisa menghasilkan lebih dari satu tandan, bahkan sampai empat tandan.
"Satu batang pohon pisang ini memiliki kemampuan untuk menumbuhkan anakan yang tumbuh kembar, bisa menghasilkan lebih dari satu tandan," kata Pringadi.
Ia menceritakan bibit pisang tersebut berasal dari Sambirejo yang merupakan hasil program KKN dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kala itu, lanjut Pringadi, Dusun Wonongso ditunjuk sebagai daerah penyangga untuk program budidaya pisang tersebut.
"Secara fisik, pisang ini termasuk dalam jenis Ambon, namun memiliki perbedaan dengan Ambon Jawa pada umumnya," katanya.
Menurutnya, ukuran buah pisang dari pohon tersebut berwarna hijau dengan rasa yang manis serta ukuran buah yang relatif besar.
"Satu pohon yang dipanen pernah terjual dengan harga mencapai Rp130.000," kata Pringadi.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
