Jogja (Antara Jogja) - Bronjong milik Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta tidak lagi tersisa, karena habis digunakan untuk memperbaiki talud di tebing Sungai Winongo yang melintasi Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo.

"Dinas sudah tidak lagi memiliki persediaan bronjong. APBD 2014 baru ditetapkan, sehingga kami pun baru akan melakukan pengadaan," kata Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, persediaan bronjong terakhir milik dinas sebanyak 350 buah sudah digunakan seluruhnya untuk menahan tebing Sungai Winongo di Kelurahan Bener agar tidak longsor tergerus air karena taludnya ambrol.

Aki mengatakan pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar tidak lagi terjadi longsoran tebing di sungai itu, karena bronjong hanya bisa diletakkan di bagian bawah tebing.

"Kami tidak bisa menutup seluruh dinding tebing dari bawah hingga ke atas, karena bentuk tebing tidak memungkinkan. Kemiringan tebing sekitar 55 derajat," kata Aki.

Selain itu, kata dia, keberadaan sawah dan saluran irigasi di samping tebing juga menyulitkan petugas untuk membuat konstruksi yang baik.

"Kami sudah mengalihkan saluran irigasi agar air tidak merembes melalui tebing. Air yang merembes akan meningkatkan potensi longsor," katanya.

Mengenai kemungkinan pembangunan talud baru, Aki menyebutkan bahwa pemerintah kota tidak memiliki kemampuan anggaran untuk pembangunannya. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan talud adalah sekitar Rp5 miliar.

"Tahun ini saja, kami hanya memiliki anggaran Rp2,5 miliar. Dana tersebut tidak akan cukup sehingga upaya pembangunan talud akan diusulkan ke DIY," katanya.

Selain longsor di Kelurahan Bener, terjadi pula longsor di tebing Sungai Gajah Wong yang masuk wilayah Kelurahan Pandeyan.

Aki menyebutkan komunitas sungai di wilayah tersebut, Forum Silaturahmi Daerah Aliran Sungai (Forsidas) Gajah Wong sudah mengajukan permohonan bantuan bronjong ke Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO).

"Komunitas meminta bantuan sebanyak 450 bronjong. Jika permintaan itu dikabulkan, maka kami akan mengerjakan perbaikannya," katanya.

Selain longsor di tebing sungai, Dinas Kimpraswil juga akan mengerjakan perbaikan kerusakan saluran air di Jalan Jagalan yang menyebabkan jalan berlubang cukup dalam.

"Drainase yang rusak adalah peninggalan Belanda. Kami akan segera memasang `box culvert` agar pekerjaan perbaikan bisa dilakukan lebih cepat," katanya.

(E013)